Erupsi Gunung Agung Sebabkan Penjualan Ikan Menurun Drastis
BADUNG — Erupsi Gunung Agung yang terjadi tidak hanya berdampak terhadap dunia pariwisata, tetapi juga terhadap perekonomian masyarakat yang tinggal di pulau ‘Dewata’ tersebut.
Seperti yang terlihat di Pasar Ikan Kedonganan, aktivitas jual beli di pasar ikan terbesar di Bali ini sepi dari pembeli.

Galang Tyo, salah seorang pedagang ikan mengatakan, semenjak aktivitas Gunung Agung terjadi penjualan ikan di tempatnya menurun. Ia juga menambahkan, tidak hanya penjualan secara langsung di pasar tetapi pesanan dari beberapa restoran serta Cafe juga menurun drastis, bahkan mencapai 80 persen.
“Tepatnya pas waktu gunung agung Erupsi beberapa waktu yang lalu,” ucap pria asli Situbondo ini saat di temui di tempat berjualan, Sabtu (2/12/2017).
Menurut Galang Tyo, Jika di hari biasa ia bisa menjual ikan sebanyak 100 kilogram, sementara untuk penjualan ke restoran dan Cafe mampu menjual hingga 250 kilogram setiap harinya.
“Namun saat ini hampir tidak ada penjualan. Tidak hanya penjualan di pasar, beberapa pelanggan saya baik di restoran dan Cafe juga ikutan sepi karena tamu yang datang ke mereka juga tidak ada, ya kalau ditotal kerugian saya setiap hari bisa lebih dari sepuluh juta,” pungkas bapak dengan dua anak ini.
Sementara untuk jenis ikan yang dijual Galang Tyo ini jenis ikan jangky seperti ikan kakap, ikan kerapu dan berbagai seafood lainnya.
Seperti yang diketahui, Gunung yang terletak di ujung timur pulau Bali ini mengalami Erupsi pertama sejak Selasa Sore (21/11) bulan lalu.