Warga Tanjungsari Palas Terima Peralatan Pembuatan Jamban Sehat

LAMPUNG — Ridwan (35), salah satu warga dusun Kuningan Desa Tanjungsari kecamatan Palas kabupaten Lampung Selatan terlihat bahagia setelah menerima bantuan peralatan pembuatan jamban sehat melalui program bantuan stimulan dari pemerintah kabupaten Lampung Selatan untuk program desa bebas ‘open defecation free’ (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan yang anggarannya berasal kucuran dana desa (DD) tahun 2017.

Baca: Relawan Bantu Jambanisasi di Pulau Rimau Balak

Bantuan stimulan tersebut berupa pipa pvc dengan diameter 3 inchi, besi ukuran 10 milimeter, closet satu unit, semen dua sak, serta pasir dan batu bata. Sementara tenaga kerja disediakan oleh penerima setelah terverifikasi layak.

Meski hanya merupakan bantuan stimulan namun Ridwan mengaku sangat terbantu. Selama ini ia dan keluarganya masih mempergunakan jamban terbuka atau jamban cemplung.

“Bantuan stimulan yang diberikan memang sangat membantu sehingga saya bisa membuat jamban sehat dengan pengerjaan dilakukan swadaya dan gotong royong bersama tetangga,” terang Ridwan salah satu warga dusun Kuningan Desa Palas Kecamatan Palas saat ditemui Cendana News tengah melakukan penggalian septik tank untuk pembuatan jamban sehat, Sabtu (18/11/2017).

Baca: Gubernur Jateng Dorong Pemkab Bantu Warga Sediakan Jamban

Pembuatan septik tank tersebut dibuat dengan ukuran panjang dan lebar dua meter dan kedalaman sekitar tiga meter dengan tekhnik cor beton sehingga tidak mengganggu keberadaan sumur. Bahkan lokasinya berjarak sekitar 20 meter dan sudah memenuhi standar kesehatan.

Keberadaan jamban sehat tersebut sekaligus mengubah kebiasaan buang air besar sembarangan terutama dekatnya perumahan warga dengan sungai setempat.

Proses pembuatan septik tank yang disalurkan melalui pipa pvc [Foto: Henk Widi]
Penerima bantuan stimulan jamban sehat lain di dusun Banyumas Desa Tanjungsari, Narso (36), mengaku sangat terbantu. Sebagian warga di dusun tersebut masih memiliki rumah dari geribik bambu dan jamban cemplung yang dibuat di belakang rumah.

“Sebagai warga yang dikategorikan warga ekonomi rendah bantuan ini sangat membantu karena nilai bantuan yang diberikan dalam bentuk peralatan atau material sekaligus pemicu bagi kami segera memiliki jamban sehat,” terang Narso.

Bantuan juga diberikan kepada sebanyak 100 kepala keluarga di enam dusun di antaranya dusun Solo sebanyak 15 kepala keluarga (KK), dusun Pemanukan sebanyak 21 KK, dusun Indagri sebanyak 10 KK , dusun Semarang sebanyak 10 KK, dusun Banyumas sebanyak 16 KK dan dusun Kuningan sebanyak 28 KK.

Baca: Jamban Sehat Datang, Warga Tidak Lagi Cemari Kali

Bantuan senilai Rp33juta dari dana desa termin kedua sebesar 40 persen tersebut cukup membantu warga seperti Narso yang belum memiliki jamban sehat.

Lihat juga...