Warga Tanam Pohon Peneduh di Tepi Jalan Provinsi
LAMPUNG — Manfaat penanaman pohon yang berfungsi sebagai penghijauan dan peneduh sangat dirasakan oleh warga yang tinggal di di jalan provinsi ruas Kecamatan Penengahan dan Ketapang, sepanjang sekitar 15 kilometer melintasi Desa Tetaan, Karangsari, Sri Pendowo, Bangunrejo hingga Ketapang.
Gustin (40) salah satu warga Dusun Siring Dalem, Desa Sripendowo, Kecamatan Ketapang, mengaku penanaman pohon peneduh tersebut awalnya merupakan program desa untuk melakukan penghijauan dengan penyediaan bibit secara gratis.
Sebagian pohon yang disediakan secara gratis tersebut merupakan kerjasama antara desa dengan persemaian permanen balai pengelolaan daerah aliran sungai way seputih sekampung (BPDAS-WSS) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Desa Karangsari.

“Kami awalnya sengaja meminta ada penanaman pohon, karena kondisi jalan berdebu saat kemarau dampak jalan yang rusak dan penuh lubang saat musim hujan, sehingga pohon perlu ditanam di depan rumah kami”, terang Gustin, Sabtu (4/11/2017).
Gustin menyebut, keberadaan pohon tersebut sekaligus menjadi pagar alami sehingga saat ada kendaraan yang mengalami rem blong atau kecelakaan tidak membahayakan perumahan warga yang sebagian lebih rendah dari badan jalan.
Selain itu, keberadaan pohon memiliki banyak manfaat, di antaranya sebagai penghasil oksigen yang sangat berguna bagi manusia dan hewan sekaligus penyaring debu di tepi jalan, karena lalu lalang kendaraan di depan rumahnya sebagian merupakan truk bak terbuka pengangkut pasir dari Kabupaten Lampung Timur menuju Kabupaten Lampung Selatan untuk bahan bangunan.
“Beruntung sejak moratorium atau larangan penambangan pasir, kendaraan truk pengangkut pasir berkurang, namun jalan berdebu sebelum diperbaiki masih tetap mengganggu warga”, terang Gustin.
Gustin sengaja menanam pohon rindang yang menjadi peneduh jalan, sehingga pengguna jalan lebih merasa nyaman, khususnya jenis tanaman mahoni, bintaro dan pohon ketapang yang berkanopi, sehingga cukup meneduhkan saat kondisi cuaca panas.
Selain sebagai peneduh, ia menyebut warga juga sudah diwanti-wanti untuk tidak menanam pohon yang bisa merusak konstruksi jalan akibat akar serta berpotensi tumbang yang bisa membahayakan pengguna jalan.
Selain sebagai peneduh, jenis pohon Mahoni diakui Gustin memiliki nilai ekonomis karena buah mahoni kerap dijual untuk diolah menjadi bahan baku obat dengan harga jual Rp40.000 per kilogram, dan sebagian dipakai sebagai bahan obat herbal. Selain itu sebagian warga juga menggunakan tanaman peneduh jenis kelor yang bisa dimanfaatkan untuk sayuran selain sebagai tanaman pagar di depan rumah.
Kentus (30), warga Desa Bangunrejo yang kini sudah tak kuatir dengan jalan berdebu, karena sebagian jalan sudah diaspal hotmix dan dibangun jalan rigid beton justru menanam tanaman peneduh dari jenis tanaman turi. Tanaman jenis kacang-kacangan tersebut diakuinya didatangkan dari Jawa Tengah setelah ia mengetahui manfaatnya sebagai tanaman peneduh sekaligus bisa sebagai bahan sayur dari jenis bunganya.
“Awalnya saya menanam beberapa batang dari benih kacang turi dan terus berkembang. Sebagian saya tanam di pekarangan di depan rumah sebagai peneduh dan penghias halaman”, terang Kentus.
Kentus menyebut, awalnya menanam mahoni, namun sebagian sudah ditebang karena mengganggu kabel listrik, sebagian disalahgunakan untuk memaku iklan banner calon gubernur, iklan produk sehingga dirinya mengganti dengan tanaman turi yang bisa dimanfaatkan sebagai sayuran. Selain turi, ia bahkan masih mencoba tanaman matoa dan mangga yang bertajuk rendah dan memangkas sebelum menjangkau kabel listrik. Tanaman tersebut bahkan dimanfaatkan buahnya selain sebagai tanaman peneduh di wilayah tersebut.
Slamet, SP, selaku manager persemaian permanen BPDAS KLHK Desa Karangsari, menyebut bagi masyarakat terutama desa dan instansi yang memerlukan bibit pohon peneduh untuk kepentingan masyarakat, beberapa jenis bibit disediakan secara gratis. Selain berbagai pohon peneduh, persemaian permanen juga menyediakan berbagai jenis tanaman tepi pantai pencegah abrasi, di antaranya cemara laut, cemara udang dan berbagai jenis tanaman mangrove yang disediakan secara gratis.