Sukseskan Upsus Pajale di Lampung Selatan Koramil 03/Penengahan Dampingi Petani

LAMPUNG — Upaya pemerintah dalam swasembada pangan khususnya padi, jagung dan kedelai terus dilakukan dengan program yang dikenal sebagai upaya khusus padi, jagung dan kedelai (Upsus Pajale). Program ini didukung oleh Tentara Nasioal Indonesia (TNI) sesuai dengan nota kesepahaman dan perjanjian kerjasama TNI dengan Kementerian Pertanian (Kementan).

Salah satu daerah yang menjalankannya adalah Lampung Selatan. Sersan Dua Sudarwanto, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Komando Rayon Militer (Koramil) 03/Penengahan menyebut upsus pajale terus dikembangkan di wilayah teritorial Koramil 03/Penengahan untuk menyukseskan program tersebut.

Ia menyebut dengan istilah yang dikenal dengan serbuan teritorial ke lahan pertanian dan sasaran kelompok petani di wilayah Kecamatan Penengahan, Ketapang dan Bakauheni. Anggota Koramil melalui Babinsa yang membawahi beberapa desa terus mendata petani penanam padi, jagung dan kedelai.

Pendampingan,proses mendengarkan keluhan terkait kendala di lapangan yang dihadapi petani bahkan dilakukan oleh setiap Babinsa termasuk terjun ke sawah dan pemberian bantuan alat dan mesin pertanian ke kelompok tani (Poktan).

“Bekerjasama dengan Kementerian Pertanian setiap Kodim mendapatkan bantuan alat dan mesin pertanian yang diturunkan ke setiap Koramil berupa traktor tangan untuk proses pengolahan lahan pada lahan pertanian sawah,” papar Sersan Dua Sudarwanto anggota babinsa Koramil 03/Penengahan mendampingi Danramil 03/Penengahan Kapten Infanteri Sarjo saat meninjau lahan tanaman jagung di Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan, Selasa (8/11/2017)

Sebagai kerjasama antara TNI dan Kementerian Pertanian, menurut Sudarwanto dukungan Kementerian Pertanian dalam upaya khusus padi, jagung dan kedelai melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi (Balitklimat) berupa pemasangan pantauan circuit closed television (CCTV) di areal persawahan di Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan.

Pemasangan CCTV tersebut bertujuan untuk pedoman atau alat bantu untuk memberikan informasi mengenai prediksi musim,awal tanam, potensi serangan organisme pengganggu tanaman yang disebut Sistem Informasi Kalender Tanam Terpadu (SI Katam Terpadu) bertujuan melakukan sistem monitoring online dan Lampung menjadi salah satu provinsi yang terpilih diantara provinsi lain diantaranya Banten,Jawa Barat,Jawa Timur,Bali,D.I Yogyakarta dan Jawa Tengah.

“Selain dukungan tekhnologi dukungan pemberian bibit unggul kepada sejumlah kelompok tani dengan pembagian padi varietas Ciherang cukup membantu petani di wilayah Lampung Selatan,” terang Sudarwanto.

Beberapa kelompok tani yang memperoleh bantuan bibit padi di wilayah Koramil 03/Penengahan di antaranya masing masing mendapatkan sekitar 625 pack benih padi berisi masing masing 5 kilogram padi varietas Ciherang, di antaranya Poktan Desa Tanjungheran, Gandri, Rawi, Ruang Tengah dan Klaten.

Selain petani penanam padi dukungan juga diberikan kepada petani penanam jagung di wilayah tersebut yang melakukan penanaman jagung memasuki bulan November dengan musim hujan yang sudah tiba.

Kendala para petani jagung yang kesulitan benih atau bibit untuk berbagai jenis merk diantaranya Pasific, NK 7328, DK 999, Pioneer,Bisi dan merk lain juga telah disampaikan ke pihak terkait untuk segera ditindaklanjuti. Khususnya kebutuhan akan benih jagung sangat penting ditambah kebutuhan akan pupuk berdasarkan Rencana Dasar Kebutuhan Kelompok (RDKK) sehingga saat masa pemupukan petani tidak mengalami kelangkaan pupuk.

Petani kedelai di wilayah Kecamatan Ketapang yang berada di Desa Bangunrejo sebagai wilayah teritorial Koramil 03/ Penengahan, Suyono, mengaku terbantu dengan adanya kemitraan petani dan TNI khususnya dalam penyediaan alat dan mesin pertanian.

Penanam sebanyak setengah hektar kedelai tersebut menyebut dengan adanya bantuan berupa alat traktor dia bisa melakukan pengolahan lahan pertanian kedelai miliknya. Kedelai yang akan dipanen satu bulan ke depan dan masih memasuki masa pembuahan tersebut sengaja ditanam selama musim kemarau akibat lahan persawahan tersebut belum mendapat aliran air.

“Sebelum puncak musim hujan petani di wilayah Bangunrejo sebagian menanam jagung dan kedelai sehingga lebih produktif dibandingkan dibiarkan terbengkelai tanpa ditanami,” ungkapnya.

Hasil tanaman kedelai yang dibudidayakannya diakui oleh Suyono sebagian besar menjadi pasokan pengrajin tahu dan tempe karena kedelai masih menjadi bahan baku utama pembuatan makanan tradisional tersebut yang banyak terdapat di Desa Sripendowo dan Desa Bangunrejo. Hasil yang cukup lumayan sekitar 6-7 kuintal kedelai pada masa tanam sebelumnya sekaligus bisa menjadi tanaman sela sebelum kembali menanam padi.

Sebagian lahan jagung di Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan /Foto: Henk Widi.
Lihat juga...