Siswa SDN 2 Pasuruan Belajar Disiplin dengan Sistem Piket
LAMPUNG — Upaya pihak sekolah dalam mendidik siswa untuk disiplin dan tanggungjawab dilakukan dengan menerapkan jam masuk sekolah yang ditetapkan pada pukul 07.30 WIB. Namun sebagian siswa telah hadir sejak pukul 06.30 WIB.
Sebagian diantar oleh orangtua siswa. Turimi,selaku penjaga sekolah di SDN 2 Pasuruan membuka gerbang sekolah, pintu kelas sekolah sejak pukul 06.00 WIB untuk memberi kesempatan siswa yang memiliki jadwal piket.
Jadwal piket untuk kebersihan sekolah diakui Turimi diterapkan bagi sebanyak 300 siswa di sekolah tersebut dengan tujuan memberi tanggungjawab dan melatih kedisiplinan siswa di sekolah.
Para siswa belajar menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan rumah. Jadwal piket dibagi oleh setiap kelas langsung diatur oleh siswa menyesuaikan jumlah siswa setiap kelas dengan hari belajar selama enam hari.
“Sekolah juga mendapat sosialasi terkait gerakan masyarakat sehat yang dilakukan oleh Puskesmas Penengahan dalam penerapan pola hidup bersih dan sehat termasuk di dalamnya upaya menjaga lingkungan,” terang Turimi mendampingi Asteria selaku Kepala Sekolah SDN 2 Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan saat dikonfirmasi Cendana News, Kamis (9/11/2017)
Piket kebersihan diakui oleh Turimi dibagi dalam dua lokasi diantaranya piket kebersihan ruangan kelas serta bagian luar kelas berupa halaman bahkan hingga luar halaman sekolah yang kerap dipenuhi sampah bungkus makanan akibat penjual makanan yang kerap datang ke sekolah tersebut.
Fasilitas sapu lidi, kotak sampah dan serok sampah disiapkan untuk mendukung upaya kebersihan di lingkungan sekolah. Pihak sekolah juga memberikan pemahaman kepada pedagang yang berjualan di area sekolah untuk tidak membuang sampah plastik sembarangan dengan menyiapkan kotak sampah. Selain sampah dominasi daun yang rontok di halaman sekolah juga setiap hari harus dibersihkan dengan sistem piket.
“Penjaga sekolah dan guru kelas bahkan ikut turun langsung membersihkan lingkungan sekolah dengan harapan memberi contoh langsung dalam upaya kebersihan lingkungan sekolah,” bebernya.
Selaian kegiatan piket sebagai upaya untuk melatih tanggungjawab, waktu yang dipergunakan sebelum jam pelajaran dengan aktivitas piket dan waktu masuk sekolah tepat waktu didukung oleh para orangtua dengan mengantar anaknya ke sekolah.
Proses mengantar siswa ke sekolah yang dilakukan oleh orangtua dilakukan dengan berjalan kaki dan mempergunakan kendaraan roda dua di antaranya ada yang menerapkan sistem langganan antar jemput (abodemen) ojek yang sudah terpercaya.
Suci,salah satu orangtua siswa kelas V mengaku sejak kelas I ia selalu rutin mengantar anaknya pergi ke sekolah agar bisa sampai sekolah tepat waktu meski jarak rumah ke sekolah hanya 500 meter dan aktivitas mengantar anaknya hanya dilakukan
Saat pagi hari sementara saat pulang sekolah sebagian siswa pulang secara rombongan dan terkadang saat pekerjaan rumah sudah beres ia menjemput anaknya. Aktivitas tersebut diakuinya sekaligus menanggapi isu kekerasan terhadap anak yang dilakukan oleh orang tak dikenal akhir akhir ini di beberapa tempat terutama menimpa anak usia SD.
“Sebagai upaya menjaga dan melindungi anak dan melatih kedisiplinan antar jemput masih tetap dilakukan sekaligus bersosialisasi dengan orangtua murid lain terutama saat menjemput pulang sekolah,” ujar Suci.
Penerapan piket sekolah yang masih rutin dilakukan diakuinya memberi dampak positif bagi anaknya karena dengan diberi tanggungjawab bagi siswa puteri membersihkan ruang kelas dengan menyapu,mengepel membuat anaknya lebih rajin membantu orangtua saat berada di rumah. Selain itu memberi tanggungjawab bagi anaknya agar bisa membersihkan lingkungan rumah tanpa disuruh oleh orangtua.