Sikola Inspirasi Alam Sasar Anak di Daerah Terpencil

MAKASSAR — Berangkat dari rasa prihatin , Andi Irwansyah, Fathir, Dewi, Fitri membentuk komunitas Sikola Inspirasi Alam agar anak-anak yang tinggal di daerah terpencil dapat tersentuh pendidikan.

Menurut Satriani Muliayadi yang merupakan kepala sekolah, Sikola Inspirasi Alam ini dibentuk pada bulan mei 2016 lalu.

“Pada awalnya keempat pendiri ini mengingikan agar anak-anak di daerah terpencil tersebut mendapatkan pendidikan yang layak,”. jelas Satriani pada Cendana News, Kamis (2/10/2017) melalui sambungan telpon seluler.

Untuk menjalankan visinya, Sikola Inspirasi Alam ini sebagai sekolah alternatif bekerjasama dengan Sekolah formal Cindako, di desa Bonto Somba, kecamatan Tompobulu, kabupaten Maros. Relawan yang dikirim oleh Sikola Inspirasi Alam ini akan mengajar 60 murid di desa tersebut.

Setiap bulan Sikola Inspirasi tersebut membuka relawan yang bersedia membantu guru di daerah terpencil. Sudah 266 relawan yang terdiri dari beberapa angkatan sejak pertama kali dibentuk.

“Di pertemuan sebanyak tiga kali, kami membekali mereka terkait daerah yang mereka tempati selama sebulan mengajar, dan cara mengajarnya juga seperti apa,” jelasnya lagi.

Untuk materi pembelajarannya juga berbeda dengan sekolah formal dan alternatif lainnya. Sikola Inspirasi Alam ini menggunakan metode pembelajaran pendekatan pada alam. Seperti pada kelas Matematika para siswanya diarahkan untuk menghitung helai daun pada sebuah pohon.

Suasanan ketika outbond Sikola Inspirasi Alam/Foto: Ist

Selain kelas matematika ada juga kelas kreatif dimana anak-anak yang mengikuti kelas ini, akan dituntut membuat sebuah prakarya dari alam. Contohnya saja membuat tempat pensil dari bilah-bilah bambu atau ranting pohon.

“Karena kami menggunakan metode pendekatan alam anak-anak sangat antusias dalam belajar selain itu juga biasanya kami mengadakan ‘outbond’ setiap bulannya sehingga anak-anak tidak jenuh,” tutupnya.

Lihat juga...