Sermier, Jajanan Tradisional Ini Masih Diburu
MADIUN –– Sermier merupakan salah satu jenis makanan tradisional terbuat dari singkong dengan rasa gurih serta renyah seperti kerupuk. Dialah Ricky Eta Raharja memilih berjualan sermier sejak 1983 lalu, bertahan hingga kini. Kecintaannya terhadap kuliner warisan nenek moyang, semakin membuatnya ingin tetap terus melestarikan sermier.
Ricky sapaannya menjelaskan sermier terbuat dari singkong yang sudah diolah. Pertama, singkong dikupas lalu dicuci bersih, kemudian dihaluskan dengan cara diselep, lanjut diberi adonan bumbu yang kemudian dicetak menggunakan garpu.
“Setelah dibentuk cetakan kemudian dikukus, selama 3-5 menit,” jelasnya kepada Cendana News, Selasa (28/11/2017).
Terakhir dijemur hingga benar-benar kering, kemudian dipasarkan baik dengan cara digoreng maupun mentah. Untuk satu pack sermier matang, Ricky menjual Rp10 ribu per bungkusnya. Sedangkan sermier mentah Rp44 ribu per kilogramnya.
“Satu bungkus yang sudah matang, itu beratnya 200 gram,” ujarnya.
Bapak dua orang anak ini menambahkan pemasaran ia lakukan secara mulut ke mulut, mulai dari Karisidenan Madiun, Bojonegoro, Banyuwangi, Surabaya bahkan Jakarta. “Kebanyakan kalau dari luar kota itu untuk oleh-oleh,” terangnya.
Menariknya, pria 33 tahun ini tak segan menjual barang dagangannya saat Car Free Day lengkap dengan penampilan keren layaknya model. Selain untuk menambah penghasilan, jualan sermier menjadi pekerjaan menyenangkan buatnya.
“Saya sudah berjualan sermier sejak SD, tapi saat itu campur dengan pecel, kalau sekarang cuma sermier saja,” imbuhnya.
Meski bahan baku singkong melimpah di Madiun, Ricky sempat merasa kesulitan menghadapi petani yang curang. Karena dari satu karung ia membeli singkong, selalu diselipkan singkong yang berkualitas buruk. Alhasil saat pengolahan rasa sermier tidak enak. Selain itu, saat adonan mentah yang sudah dicampur dengan bumbu jika tidak segera dikukus, rasanya bisa kecut atau asam.
“Sermier sebenarnya ada di berbagai daerah, cuma namanya saja beda-beda,” tukasnya.
Uniknya, meski tergolong makanan tradisional warisan nenek moyang, bagi Ricky, sebagai generasi penerus harus menjaga kelestarian warisan makanan tradisional. Agar sermier tidak kalah pamor dengan semakin banyaknya jajanan modern.
“Ingin menjaga warisan nenek moyang, supaya tidak terjajah dengan panganan modern yang semakin banyak, dimulai dari ketahanan pangan dengan cara melestarikan makanan tradisional,” pungkasnya.