Sekolah Bocor, Siswa SDN 2 Kelawi Tetap Bersemangat Belajar

LAMPUNG – Musim penghujan yang sudah terjadi di wilayah Kabupaten Lampung Selatan ikut berdampak pada aktifitas belajar mengajar bagi siswa sekolah khususnya di SDN 2 Kelawi yang ada di Dusun Kayu Tabu Desa Kelawi Kecamatan Bakauheni.

Akibat hujan yang berlangsung sudah hampir dua pekan bahkan berimbas semua ruang kelas di sekolah tersebut mengalami kebocoran di bagian atap dan plafon menyebabkan lantai kelas kerap tergenang air hujan. Kepala Sekolah SDN 2 Kelawi, Kusmalia, mengungkapkan kebocoran ruang kelas sudah terjadi sejak satu tahun terakhir dan menghambat kegiatan belajar mengajar.

Kusmalia menuturkan, kondisi tersebut bahkan membuat siswa harus mengepel kelas terlebih dahulu sebelum kegiatan belajar para siswa seluruhnya harus mengepel lantai terutama jika hujan terjadi pada malam hari. Namun saat hujan terjadi pada pagi hari mengakibatkan areal sekolah tergenang air dan becek sementara bagian ruang kelas terpaksa diberi ember mencegah air menggenang dan pengepelan dilakukan setelah kegiatan belajar mengajar berlangsung.

Kondisi plafon jebol dan bocor di depan kelas SDN 2 Kelawi. [Foto: Henk Widi]
“Beberapa hari ini hujan sudah mulai rutin terjadi dengan keberadaan guru yang hanya berjumlah sebanyak tujuh orang semua perempuan. Kami tidak bisa melakukan perbaikan pada bagian yang rusak sehingga siswa dan guru harus mengepel lantai kelas,” terang Kusmalia, kepala sekolah SDN 2 Kelawi Kecamatan Bakauheni saat dikonfirmasi Cendana News tengah mengepel lantai kelas tiga di sekolah tersebut bersama para siswa, Kamis (9/11/2017).

Sekolah yang berdiri sejak tahun 1986 tersebut, saat ini memiliki sebanyak tiga lokal dipergunakan sebagai kelas yang disekat, ruang guru sebagian besar mengalami kebocoran semenjak satu tahun terakhir meski saat kemarau kondisi kebocoran tidak terlihat. Kondisi kerusakan tersebut diakuinya sudah disampaikan ke pihak komite sekolah yang terdiri dari para wali murid dan sebagian masyarakat yang peduli pada kondisi sekolah tersebut.

Saat ini diakui Kusmalia kelas yang sebagian besar disekat untuk kelas 1 dan 2, kelas 3 dan 4 tersebut serta ruang guru mengalami kerusakan. Yang parah terutama saat hujan diprediksi masih akan kerap terjadi sepanjang November dan Desember. Kondisi hujan pada malam hari bahkan berimbas pada genangan air di kelas yang selalu dibersihkan secara gotong royong. Rencananya pekan ketiga bulan November para wali murid akan dilibatkan dalam rapat bersama komite sekolah membahas langkah terbaik dalam situasi kerusakan sekolah SDN 2 Kelawi.

“Akan kita rapatkan bersama komite agar solusi mencari jalan terbaik khususnya dalam perbaikan sekolah. Karena jika perbaikan total pastinya akan membutuhkan biaya besar,” beber Kusmalia.

Helisa, guru bidang studi bahasa Lampung di SDN 2 Kelawi mengaku, meski dengan kondisi yang kerap bocor pada ruang kelas namun semangat siswa untuk belajar tidak surut. Tenaga didik atau guru yang diminta mengajar dalam program Lampung Mengajar oleh pemerintah provinsi Lampung tersebut mengakui, ikut mengalami beceknya halaman sekolah dan genangan air di kelas.

Helisa, salah satu guru mengajari kreatifitas karya seni dengan bahan bekas. [Foto: Henk Widi]
Meski keterbatasan fasilitas sekolah dengan kebocoran yang ada pada semua ruang kelas tidak menyurutkan semangat para siswa untuk berkreatifitas, salah satunya dalam pemanfaatan barang bekas. Helisa menyebut dengan barang bekas para siswa diajaknya membuat kreasi berupa vas, bunga warna warni termasuk taplak meja dari bekas bungkus kopi instan.

“Kami ajari kreatifitas agar siswa tidak mengalami trauma dalam kegiatan belajar mengajar. Apalagi kelas terus bocor dan harus mengepel setiap hari,” bebernya.

Samsul, wali murid di sekolah tersebut menyebut, komite sekolah dan instansi terkait bisa segera menindaklanjuti kondisi kebocoran sekolah yang mengganggu aktifitas belajar mengajar di sekolah tersebut. Ia bahkan mengaku akan segera melakukan gotong royong namun menunggu kesepakatan dengan warga lain yang memiliki anak bersekolah di SDN 2 Kelawi tersebut.

Ia menyebut, kondisi bocor bisa diperbaiki dengan cepat namun jika tidak dilakukan perbaikan menyeluruh dan bagian plafon triplek serta kayu tidak segera diperbaiki, dikhawatirkan kerusakan akan mengakibatkan atap amblas dan mengorbankan keselamatan siswa serta guru saat aktifitas belajar mengajar berlangsung.

Samsul, salah satu wali murid SDN 2 Kelawi yang mengalami kerusakan berupa atap dan plafon bocor. [Foto: Henk Widi]
Lihat juga...