Saring Atlet Kaltim, 196 Atlet Ikut Pra Kualifikasi Tarung Derajat
BALIKPAPAN — Sebelum ikut dalam turnamen Pekan Olahraga Provinsi Kalimantan Timur (Porprov) 2018 yang akan diselenggarakan di Kabupaten Kutai Timur dan Pekan Olahraga Nasional XX di Papua pada 2020 mendatang, sebanyak 196 atlet Cabang Tarung Derajat ikut beradu tanding dalam Pra Kualifikasi Porprov Kaltim VI dan Kejurprov Junior di Graha KNPI Balikpapan yang diselenggarakan hingga 19 November 2017.
Ke- 196 atlet yang ikut bertanding itu datang dari 10 pengurus cabang tarung derajat di Kalimantan Timur. Pembuka Pra Kualifikasi Porprov Kaltim VI dan Kejurprov Junior V itu dibuka langsung oleh Ketua Pengda Tarung Derajat Kaltim, Muhammad Adam. Dan dalam pembukaan turnamen juga dihadiri Sang Guru Tarung Derajat, Aa Boxer serta Sekretaris KONI Balikpapan Rahendra Rahman.
Muhammad Adam mengungkapkan turnamen ini menjadi indikator untuk menyaring keterwakilan atlet di setiap Pengcab untuk berlaga dalam Porprov 2018 di Kutai Timur dan PON XX di Papua pada 2020 mendatang.
“Turnamen ini juga menyaring keterwakilan atlet sebelum berlaha dalam Proprov 2018 dan PON XX di Papua nanti. Memang masih lama tapi penjaringan harus terus dilakukan,” ungkapnya usai pembukaan.
Dalam Pra Kualifikasi ini lanjut pria yang akrab disapa Adam ini mengatakan turnamen ini juga tolak ukur keberhasilan dalam pelatihan Tarung Derajat bersama seluruh atlet dan pengurus untuk jenjang kejuaraan yang lebih tinggi.
“Turnamen ini juga ajang seleksi masing-masing daerah untuk kelas dan nomor yang akan mewakili dalam pertandingan. Kabupaten Mahakam Ulu menjadi Pengcab tarung Derajat paling baru di Kaltim,” gebunya, Jumat (17/11/2017).
Di sela kegiatan Aa Boxer menyampaikan untuk menjadi atlet Tarung Derajat tidak dilalui dengan cara instan. Harus melalui pembinaan mulai dari Kurata 1 hingga 5 agar bisa ikut berlaga di turnamen nasional.
“Dalam setiap laga harus melalui proses perjuangan, berlatih, berlatih dan berlatih harus ditanamkan ke para atlet lokal. Kaltim pada PON kemarin terpuruk, hanya mendapatkan medali perunggu karena tidak ada kebersamaan di antara pelatih. Perolehan akhir ini harus diperbaiki agar para atlet kembali berprestasi,” ulasnya saat memberikan teknik yang dilakoni oleh pelatih dan disaksikan atlet-atlet tarung derajat.
Pihaknya berharap siapa pun yang mewakili provinsi Kaltim dalam PON harus sudah dalam keanggotaan pelatih. “Pelatih juga harus saling memberi dan bertukar teknik jurus untuk diajarkan ke atlet agar prestasi dapat diraih,” tambahnya.
