ISLAMABAD – Menteri Hukum Pakistan Zahid Hamid mengundurkan diri pada Minggu (26/11/2017). Pengunduran diri yang dilakukan pada larut malam tersebut dilakukan setelah Rancangan Undang-undang (RUU) yang berkaitan dengan agama mengakibatkan protes duduk berkepanjangan di Pakistan.
Bahkan aksi protes yang muncul telah mengakibatkan terjadinya bentrokan antara pemrotes dan pasukan polisi. “Guna memulihkan perdamaian di negeri ini, saya telah memutuskan untuk mundur dari jabatan saya,” kata Hamid dalam pernyataan mundurnya.
Belum jelas apakah Perdana Menteri Shahid Khaqan Abbasi akan menerima atau menolak pengunduran tersebut. Hanya saja setelah pengunduran diri Zahid Hamid, pemerintah dan pemrotes menanda-tangani kesepakatan guna mengakhiri protes. Kelompok agama yang melancarkan protes juga diperkirakan mengeluarkan pengumuman guna mengakhiri protes.
Pemerintah Pakistan pada Oktober mensahkan rancangan undang-undang yang berkaitan dengan agama. Rancangan tersebut menyulut penentangan kuat dari masyarakat agama. Pemerintah belakangan mencabut rancangan tersebut, tapi sebagian kelompok agama terus menuntut pengunduran diri menteri hukum dan melancarkan protes selama hampir tiga pekan.
Pemerintah melakukan operasi pembersihan pada Sabtu (25/11/2017), setelah beberapa babak perundingan dengan pemrotes. Namun, operasi itu memicu protes lain di berbagai kota besar utama di seluruh negeri tersebut. Belakangan personel Angkatan Darat Pakistan dikerahkan untuk membantu memelihara ketenangan di Islamabad. Beberapa orang tewas dan ratusan orang cedera selama operasi pembersihan di Islamabad dan bentrokan di kota besar lain.
Sementara itu Kelompok Islam di Pakistan pada Senin (27/11/2017) akhirnya menyatakan akan menghentikan unjuk rasa nasional setelah pemerintah memenuhi tuntutan mereka dan menteri urusan hukum mengundurkan diri. Pernyataan tersebut disampaikan setelah bentrok antara demonstran dan petugas menyebabkan tewasnya tujuh orang dan melukai hampir 200 orang di sepanjang akhir pekan.
Unjuk rasa tersebut juga sempat menyebabkan sejumlah kota besar di Pakistan lumpuh. “Tuntutan kami telah dipenuhi. Pemerintah akan mengumumkan pengunduran diri menteri urusan hukum dan kami akan membubarkan unjuk rasa pada hari ini,” kata Ejaz Ashafi, juru bicara kelompok Tahreek e-Labaik.
Sedangkan melemahnya sikap pemerintah terhadap demonstrasi dinilai sebagai hal yang memalukan bagi partai berkuasa Liga-Nawaz Muslim Pakistan (PML-N). Terlebih hal tersebut terjai menjelang pemilihan umum yang akan digelar pada pertengahan tahun mendatang. (Ant)