Puslatda KONI DIY Ikat Kontrak 47 Atlet

YOGYAKARTA – KONI DIY memulai tahap awal persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua, 2020 mendatang. Tahap ini dilakukan dengan menggelar Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda). Pada tahap awal, Puslatda melibatkan 51 atlet dan 35 pelatih dari 16 cabang olahraga.

Namun, dari jumlah itu, baru 47 atlet yang diikat kontrak, Kamis (23/11/2017) sore. Atlet dan pelatih dari cabang renang indah terpaksa dipending sampai ada keputusan atas persoalan yang terjadi di internal cabor tersebut.

Ketua Umum KONI DIY, dr Hadianto Ismangoen, mengungkapkan, Puslatda Tahap I merupakan awal persiapan menuju PON XX 2020 di Papua. Ia ingin Puslatda tahap I dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mempersiapkan diri sebagai calon wakil DIY di event olah raga nasional tersebut.

Terlebih, baik atlet maupun pelatih terikat kontrak dan mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp2 juta per bulan. Kontrak sendiri akan berlaku selama dua bulan, mulai November-Desember 2017. “Kalau bicara hak, biasanya langsung maju semua. Tapi kalau soal kewajiban, jadi tanda tanya,” katanya.

Sementara itu, penandatanganan kontrak terhadap atlet dan pelatih dilakukan di Kantor KONI DIY. Atlet yang diikat kontrak berasal dari 16 cabor yang telah dipastikan bakal dipertandingkan di PON Papua. Antara lain, atletik, aeromodelling, balap sepeda, biliar, bola voli pantai, catur, judo dan panahan.

Lalu ada panjat tebing, pencak silat, sepatu roda, taekwondo, terbang layang, terjun payung dan wushu serta renang indah yang masih di-pending. Mereka yang diikat kontrak tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Nomor 048 tahun 2017 tentang Pemberian Uang Pembinaan pada atlet dan pelatih unggulan pertama pada Puslatda PON 2020.

“Setiap atlet dan pelatih berhak mendapatkan uang saku Rp2 juta per bulan dengan sejumlah kewajiban seperti harus menjalani latihan minimal 14 jam per minggu serta atlet harus mengikuti tes tahap awal,” jelasnya.

Acara penandatanganan kontrak sendiri dilakukan langsung oleh pejabat teras KONI DIY antara lain Ketua Umum dr. Hadianto Ismangoen yang disaksikan Ketua I Djoko Pekik Irianto dan Ketua III GKR Bendara.

“Kami berjuang sekuat tenaga untuk mewujudkan prestasi DIY lebih baik dibanding PON sebelumnya. Pelatih juga harus nyengkuyung dan merangkul atletnya. Jadi harus sehati sehingga puslatda bisa berjalan lancar,” sambung dr. Antok.

Ketua I KONI DIY, Djoko Pekik Irianto, berharap setelah adanya penandatangan kontrak yang terus berlanjut dalam promosi degradasi di Puslatda, para atlet dan pelatih tidak perlu memikirkan hal lain di luar latihan.

“Waktu untuk ke PON Papua terus bergulir. Para pelatih dan atlet tidak perlu berpikir yang lain. Hanya pikir satu saja yakni latihan. Soal yang lain seperti meminta izin kerja atau sekolah biarkan kami yang urus,” tandas Djoko Pekik.

 

Lihat juga...