PSSI: Banding Klub Lisensi AFC Ditolak

JAKARTA – Komite Banding Lisensi PSSI  menolak pengajuan banding tiga klub Go-Jek Traveloka Liga 1 untuk mendapatkan lisensi klub profesional Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

Tiga tim Go-Jek Traveloka Liga 1 yang mengajukan banding untuk lisensi AFC yakni PSM Makassar, Bhayangkara FC dan Persipura Jayapura. Banding disampaikan karena mereka tidak lolos proses verifikasi untuk lisensi klub AFC. “Semua sudah diputuskan. Kami akan melaporkan semuanya ke AFC,” ujar Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono di Jakarta, Selasa (31/10/2017).

AFC menetapkan ada lima aspek penilaian yang mesti dipenuhi standarnya oleh klub agar dapat memperoleh lisensi. Kelima aspek tersebut adalah legalitas, finansial, infrastruktur, sumber daya manusia dan administrasi serta sporting atu pembinaan usia dini.

Dengan syarat tersebut, dari 18 tim yang berlaga di Go-Jek Traveloka Liga 1 hanya lima yang dinyatakan lolos dan berlisensi AFC mulai 2017. Dimana dari lima klub, tiga di antaranya berlisensi dengan syarat.

Dua tim yang mendapatkan lisensi AFC secara langsung adalah Persib Bandung dan Arema FC. Sementara tiga klub yang memperoleh lisensi tetapi masih perlu melengkapi beberapa syarat adalah Bali United, Madura United dan Persija Jakarta.

Manajer Departemen Lisensi Klub PSSI Tigor Shalomboboy sebelumnya menyebut, tim yang tidak lolos memang dipersilakan memasukkan permohonan banding. Namun untuk mempergunakan haknya tersebut, proses banding tidak boleh menyertakan dokumen baru. “Jadi dokumen yang dibanding itu adalah dokumen yang sudah ada, bukan baru,” tutur Tigor.

Tigor menyebut, klub sebenarnya memiliki cukup waktu untuk memenuhi persyaratan mengantoni lisensi AFC. Proses verifikasi lisensi sebenarnya sudah dimulai pada April 2017 lalu. Namun karena sesauatu hal, PSSI secara khusus meminta AFC memundurkan batas waktu verifikasi sampai dua kali.

AFC pada awalnya meminta deadline pada Juli 2017. Namun setelah PSSI mengajukan permohonan, deadline mundur menjadi 15 Agustus 2017. “Akan tetapi karena masih belum ada yang memenuhi syarat ketika itu, kami minta waktu lagi hingga diberikan sampai Oktober 2017. Kami hanya berpikir, masa Singapura punya tiga tim berlisensi AFC, Vietnam punya satu, tetapi kita tidak ada? Karena itu kami meminta penundaan,” tutur dia.

Adapun di tahun 2018, satu tim Liga 1 Indonesia dipastikan bisa tampil di babak playoff Liga Champions Asia dan dua klub boleh berpartisipasi di Piala AFC. Untuk Liga 1 Indonesia, tim-tim yang berhak berpartisipasi di dua turnamen itu adalah peringkat 1-3 dengan syarat utama harus memiliki lisensi AFC.

Jika tim yang berhak tampil di Asia tidak berlisensi, berdasarkan aturan AFC kesempatan tampil di Asia akan diberikan ke tim di peringkat berikutnya. Akan tetapi, pergeseran hak itu hanya berlaku untuk tim yang posisinya maksimal peringkat kesembilan klasemen. (Ant)

Lihat juga...