KUALALUMPUR – Hujan lebat yang terjadi lebih dari 24 jam di Negara bagian Penang, Malaysia Utara memparah banjir yang terjadi di wilayah tersebut, Minggu (5/11/2017). Akibatnya ribuan warga harus menjadi korban dan membutuhkan bantuan.
Malaysia mengerahkan kekuatan militer yang dimiliki untuk membantu ribuan pengungsi akibat banjir yang semakin meninggi tersebut. “Sedikit-dikitnya, 2.000 orang diungsikan dan 80 persen negara bagian dihantam angin, yang tampak seperti topan, dan hujan lebat,” kata Menteri Besar Penang Lim Guan Eng.
Banjir di Penang meninggi hingga sekira 3-4 meter. Sementara mempertimbangkan situasi dan cuaca yang ada, diperkirakan datang lebih banyak. Lim meminta warga untuk mengurangi kegiata di luar rumah dan memilih untuk tinggal di rumah mengantisipasi dampak dari banjir.
“Kami tetap khawatir bahwa masih ada insiden yang tidak diinginkan karena angin kencang, yang belum pernah dialami sebelumnya, dan banjir bandang akan terulang,” tambah Lim.
Wakil Perdana Menteri Ahmad Zahid Hamidi mengatakan, Dewan Keamanan Nasional sedang berkoordinasi dengan polisi dan militer untuk membantu korban banjir setelah mendapat permintaan bantuan dari Penang. Sementara itu dilaporkan akibat hujan lebat disertai angin ratusan pohon tumbang dan jalan terendam air. Aktivitas warga terganggu banyak daerah lumpuh. Ratusan orang diungsikan di tempat penampungan sementara setelah rumah mereka dilanda banjir atau dihancurkan badai. (Ant)