Pemkot Semarang Pugar Taman KB Berdesain Futuristik
SEMARANG – Untuk memperbaiki kondisi lingkungan di sekitar Taman Menteri Soepeno Kota Semarang atau akrab di telinga dengan sebutan Taman KB Kota Semarang, Rabu (1/11) Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menyulap atau memugar taman menjadi Taman Indonesia Kaya.
Dalam proses pemugaran, Pemkot Semarang menggarap taman seluas 5 ribu meter persegi ini menggandeng Djarum Foundation dan memugar Taman KB dengan fasilitas panggung teater utama jadi berkapasitas 400 orang pemain. Selain itu juga akan disediakan fasilitas 1000 kursi bagi penontonya.
Selain itu, akan ada fasilitas ruang ganti dan make-up artis dilengkapi dengan AC yang diperuntukan bagi para artis dan seniman yang ingin tampil di panggung teater terbuka Taman Indonesia Kaya ini.
Presiden Direktur Djarum Foundation Victor Rahmad Kartono mengungkapkan, Taman Indonesia Kaya ini diperuntukkan, khususnya bagi para seniman Kota Semarang dan seniman di Jawa Tengah khususnya.
“Untuk nguri-uri kebudayaan dan siapa yang akan tampil di Taman Indonesia Kaya ini akan dikurasi oleh tim budaya Djarum Foundation. Taman Indonesia Kaya untuk seluruh lapisan masyarakat. Dikonsep dan dibangun selesai pada 2018. Nantinya, akan dihibahkan kepada Pemkot Semarang untuk digunakan warga Kota Semarang,” tegas Victor dalam sambutanya di acara ground breaking Taman Indonesia Kaya di Kota Semarang, Jateng Rabu (1/11) siang.
Pria kelahiran Kota Semarang 45 tahun lalu itu mengaku jika pihaknya sebelum membangun Taman KB menjadi Taman Indonesia Kaya ini membangun wahana yang sama di Grand Jakarta. Harapannya, Indonesia mempunyai tempat seni pertunjukan yang bisa menghidupi para pelaku seni.
“Saya pingin Kota Semarang juga punya kesempatan berkreasi yang sama. Kenapa Djarum mulai di Jakarta? Karena di Jakarta penontonnya rela membayar tiket Rp 1juta per orang. Sementara di Kota Semarang maunya grátis,” ungkapnya.
Vicktor juga menjelaskan, paling tidak dengan adanya Taman Indonesia Kaya, pihaknya bisa mencari dan mengembangkan bakat dari para seniman di Kota Semarang yang nantinya akan ditampilkan pula di Grand Jakarta.
“Syukur-syukur dari Semarang bisa latihan di Taman Indonesia Kaya ini, banyak jam terbang lalu bisa ditampilkan ke Jakarta. Karena di Jakarta tiket Rp1 juta dibeli, Rp2 juta dibeli, Rp3 juta dibeli dan itu bisa menghidupi para pelaku seni. Sekarang saatnya Djarum kembali ke tempat asal beri memkontribusi taman kota ini,” jelasnya.
Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengaku, sangat mengapresiasi terhadap langkah Djarum yang memberikan dana Corporate Social Responsibility (CSR)-nya untuk membangun Taman KB menjadi Taman Indonesia Kaya. Pria yang akrab disapa Hendi ini mengungkapkan jika niatan untuk membangun Taman KB dilakukan sejak tahun 2012 lalu.
“Saya mewakili warga Kota Semarang mengucapkan banyak terima kasih. Bisa saya sebut, ibaratnya akhirnya telur ini menetas juga. Kenapa istilahnya begini? Tahun 2012 Pak Prast salah satu pelakunya. Kita diundang ke provinsi. Saya nonton pementasan di Grand Indonesia, tempat Pak Victor. Tapi nontonnya itu sendiri lho. Nggak sengaja ketemu di eskalator. Saya minta tolong disampaikan ke Pak Victor,” ungkapnya.
Hendi juga meminta proses pembangunan Taman KB menjadi Taman Indonesia kaya tetap mempertahankan ikon Taman KB sebelumnya dengan patung ibu dan anak di dalam taman.
“”Taman ini dikenal dengan Taman KB, dengan patung ibu dan anak yang mencari bapak nggak pulang-pulang. Patungnya saya minta dan saya mohon tetap dipertahankan. Di taman ini, banyak warga Semarang nongkrong karena rimbun dan adem. Kalau perlu selain berdesain futuristik ditambahi pohon, kata Pak Vicktor supaya tambah adem,” tandasnya.
Hendi berharap, selain kondisi taman yang lebih baik, ada proses transfer ilmu dan transfer pengetahuan dalam pengelolaan taman dan pelaku seni di Kota Semarang.
“Kita memang mendapatkan support. Transfer ilmu, transfer pengetahuan. Para seniman bisa berkreasi. Teman-teman seniman akan diberi ruang berkreasi. Selain transfer ilmu luar biasa, Djarum Foundation juga tidak akan menampilkan logonya disini. Ini murni, karena Pak Viktor lahir di Kota Semarang. Ini sebagian kecil, tahun ini semoga Pak Victor juga membantu kembali,” jelasnya.
Hendi menambahkan Kota Semarang tidak akan bertambah maju dan besar jika hanya mengandalkan APBD Pemkot Semarang yang nilainya hanya sebesar Rp4,8 triliun. Pasalnya, butuh sinergi dan kerjasama baik bagi para pengusaha, warga Kota Semarang dan keterlibatan para stakeholder di Kota Semarang sehingga kota ini menjadi lebuh maju dan lebih hebat.
“Hanya andalkan APBD kita nggak bisa. Per hari ini APBD Kota Semarang hanya Rp48 triliun. Jakarta yang satu provinsi hanya Rp70 triliun, Bandung Rp6 sekian triliun, Makassar senilai 6 koma sekian triliun. Kalau Kota Semarang hanya andalkan APBD akan terus tertinggal. Hari ini kita libatkan stake holder. Semua berjalan beriringan dan Insha Allah, konsep ini juga akan dibantu pihak perusahaan besar lainnya,” pungkas Hendi. (Parwito)