AMBON — Harga telur ayam ras yang ditawarkan para pedagang di pasar tradisional Kota Ambon, Maluku terus bergerak turun hingga mencapai Rp1.400/butir.
“Di Pasar Mardika, sekarang ini telur ayam ras cukup banyak, bahkan harganya turun rata-rata Rp1.400/butir turun dari sebelumnya Rp1.500/butir,” kata Rustam pedagang telur ayam ras yang ditemui ditempat penjualannya, Kamis (23/11).
Ia mengatakan, kalaupun ada yang menjual dengan harga Rp1.500/butir hal itu disebabkan mereka memisahkan telur ayam sesuai ukuran, jadi kalau yang kecil dijual dengan harga Rp1.400, maka yang besar Rp1.500/butir.
Para pedagang mencari sedikit keuntungan guna menutupi beberapa buah telur yang rusak pada saat membeli dari agen pemasok, jadi di dalam satu ikat yang berisikan 180 butir telur sudah pasti ada saja yang rusak baik pecah maupun busuk.
“Pokoknya sekarang ini harga telur ayam ras cukup murah, disebabkan stoknya cukup banyak,” ujarnya.
Wenda pengusaha warung makan yang berlokasi di samping salah satu sekolah tingkat SMA di Kota Ambon ketika ditemui sedang membeli 100 butir telur ayam ras dengan harga Rp1.400/butir mengatakan, telur saat ini cukup murah dan terlihat di mana-mana. Harga yang dipatok sekarang ini sudah bertahan sejak Minggu yang lalu.
“Cukup puas, sebab jualan nasi telur dadar maupun telur bulat Rp13.000/porsi, begitu juga dengan nasi ikan tambah telur biasanya masih tetap dipatok harga Rp15.000/porsi sebab memang harga telur masih normal di pasar,” ujarnya.
Menguntungkan memang, lanjutnya, sebab banyak masyarakat juga yang mau membeli makanan di warung dengan harga murah.
Inang, agen yang selama ini memasok telur dari Surabaya, mengatakan, telur serkarang ini murah, harga yang ditawarkan para pedagang eceran di pasar yakni Rp245.000/ikat (180 butir), dengan harapan pedagang eceran menjual dengan harga Rp1.400/butir.
“Jadi kalau di pasar pedagang menawarkan kepada para pembeli dengan harga Rp 1.400 hingga Rp1.500/butir sudah sangat murah, dan itu wajar-wajar saja,” ujarnya.
Turunnya harga telur ayam ras tidak mempengaruhi turunnya harga telur ayam kampung yang hingga kini tetap dipatok harga Rp3.500/butir, telur burung puyuh Rp2.000/10 butir, dan telur itik Rp2.500 hingga Rp3.000/butir.
Ikan Cakalang
Hal yang sebaliknya terjadi pada komoditas Ikan. Harga ikan cakalang segar di Kota Ambon saat ini menembus Rp150.000 per ekor atau naik tinggi dari biasanya hanya Rp60.000 per ekor.
“Cakalang ukuran besar ini Rp150.000 per ekor atau naik dari sebelumnya Rp60.000 hingga Rp70.000 per ekor,” kata Junaidi, pedagang ikan segar di Pasar Mardika, Kamis.
Kenaikan harga ikan cakalang segar mempengaruhi harga ikan lainnya seperti kawalinya, momar, tatihu (tuna), dan jenis ikan karang lainnya di Pasar Ikan Arumbai, kawasan Pasar Mardika, Kota Ambon, Kamis pagi, cukup mahal.
Dia mengatakan, teman-teman pedagang mematok harga ikan cakalang segar bervariasi mulai dari Rp120.000 hingga Rp150.000/ekor, sedangkan ikan tatihu yang biasanya Rp35.000 hingga Rp50.000/ekor tergantung ukuran besar dan kecil ikan, dan kini naik menjadi Rp60.000/ekor.
“Harga ikan sudah ssngat mahal, apalagi sejak tiga hari yang lalu musim ombak besar (pancaroba) terjadi di perairan Maluku membuat banyak nelayan yang enggan ke laut untuk memancing,” kata Rosita yang selama ini menjadi penampung di Pasar Ikan Arumbay, kawasan Pasar Mardika.
Apalagi di pasar ikan itu, lanjutnya, tidak pernah pedagang menjual ikan dengan ukuran kiloan, hanya memperkirakan ukuran besar dan kecil ikan.
Menurutnya, potongan harga itu sudah diperhitungkan, sebab dirinya juga membeli dari nelayan dengan harga yang mahal.
Pedagang lain, Hawa, menjelaskan, biasanya kalau pasokan ikan dari nelayan masuk ke Pasar Mardika dalam jumlah sedikit maupun banyak langsung ditangani oleh pihak pertama, sesudah itu baru disalurkan ke pedagang eceran.
“Kondisi seperti ini sudah berlangsung cukup lama, karena itu banyak istri nelayan langsung menjual ke pasar kepada masyarakat Ambon yang datang berbelanja,” ujarnya lagi.
Ridwan, pedagang berbagai jenis ikan karang yang berjualan berdampingan dengan Rosita, mengatakan ikan yang dijual tetap saja ada pasokan yang masuk ke pasar walaupun terjadi perubahan harga yang sangat mahal berkaitan dengan musim ombak besar sekarang ini terjadi di perairan Maluku dan khususnya di Pulau Ambon.
Namun ikan yang ditawarkan habis terjual, sebab ada saja warga atau pengusaha restoran yang membeli untuk hidangan ikan bakar.
“Jenis ikan kerapu, baronang, bubara, kakap merah, dan jenis ikan karang lainnya harganya berkisar antara Rp30.000 hingga Rp40.000 per ekor tergantung ukuran ikan juga naik hingga mencapai Rp50.000/ekor,” ujar dia pula.
Jangan heran dan kaget, lanjutnya, kalau di Pasar Ikan Arumbai, Kota Ambon pedagang mematok harga ikan dengan perhitungan ukuran sebab tidak pernah menjual ikan dengan ukuran kiloan.
“Terserah pembeli mau ukuran yang mana. Hanya saja harganya tetap tergantung ukuran ikan,” ujar Umar lagi.
Begitu juga ikan seperti jenis momar dan kawalinya hingga sekarang para pedagang tetap mematok harga Rp20.000/tumpuk (enam ekor), cumi-cumi Rp10.000/tumpuk (15 ekor kecil), ikan kerapu Rp40.000 hingga Rp50.000/ekor tergantung ukuran, dan udang Rp50.000/tumpuk kecil (20 ekor).
Sedangkan, daging ayam pedaging lokal Rp55.000 hingga Rp60.000/ekor juga tergantung ukuran, daging ayam beku asal Surabaya Rp32.000/kg, daging ayam kampung Rp80.000 hingga Rp90.000/ekor tergantung ukuran, dan telur ayam ras bervariasi Rp1.400 hingga Rp1.500/butir, serta daging sapi segar Rp100.000 per kilogram (Ant).