Padi Siam Epang Lulus Uji Unggul Nasional

SAMPIT — Padi siam epang yang merupakan varietas asli Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, lulus dalam uji varietas unggul nasional oleh Kementerian Pertanian.

“Kita lulus uji. Nanti ada legalitas semacam sertifikat dari Menteri Pertanian. Ini satu-satunya di Kalimantan Tengah, padahal ada beberapa kabupaten yang mengajukan tapi punya kita yang lulus,” kata Kepala Dinas Pertanian Kotawaringin Timur, I Made Dikantara di Sampit, Rabu.

Pemerintah daerah mengusulkan padi siam epang ditetapkan sebagai varietas unggul nasional. Untuk itu, Bupati H Supian Hadi bersama Dinas Pertanian menyampaikan paparan di hadapan 12 anggota tim penilai yang berasal dari kalangan akademisi dan pejabat Kementerian Pertanian.

Paparan itu sangat penting untuk meyakinkan bahwa siam epang memang pantas ditetapkan sebagai varietas unggul nasional. Made bersyukur karena usaha itu berhasil sehingga siam epang dinyatakan lulus uji varietas unggul nasional.

Dinas Pertanian juga akan mengusulkan siam epang ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia terkait indikasi geografis. Ini untuk memperkuat bahwa varietas unggul ini merupakan milik Kotawaringin Timur.

Jika ada pihak lain yang ingin bekerjasama terkait siam epang maka harus mendapat izin dari Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur.

Made menyebutkan, berbagai kelebihan padi siam epang di antaranya merupakan padi asli lokal sehingga mudah beradaptasi dan lebih kuat terhadap penyakit, tidak perlu perawatan berlebihan, harganya lebih tinggi karena berkualitas, beras dan nasinya tahan lebih lama, serta membuat kenyang lebih lama.

Siam epang sudah membumi di Kotawaringin Timur karena sudah ditanam sejak dulu. Pemerintah daerah hanya melegalkan dan mengusulkan sehingga padi jenis ini diakui menjadi salah satu varietas unggul nasional.

Saat ini padi siam epang menghasilkan empat ton gabah dalam setiap hektare, jauh lebih tinggi dibanding padi jenis lain yang hanya menghasilkan tiga ton gabah per hektare. Jika diperlakukan dengan maksimal, padi siam epang yang masa tanamnya sekitar tiga bulan itu bisa menghasilkan sembilan ton gabah per hektare.

“Saat ini ada sekitar 13.000 hektare padi siam epang, khususnya di Kecamatan Teluk Sampit seluas 11.000 hektare dari 25.000 hektare luas tanam di Kotawaringin Timur. Kami juga masih mencari varietas lokal yang hasil berasnya pulen untuk memenuhi permintaan masyarakat,” kata Made.

Ketua Pemuda Tani Kotawaringin Timur, Abdur Rasid sangat gembira siam epang diakui sebagai varietas unggul nasional. Ini diharapkan membawa dampak positif bagi petani setempat.

Selama ini Pemuda Tani membantu memasarkan beras siam epang hasil produksi petani lokal. Mereka membeli gabah dengan harga menguntungkan petani, yakni Rp5.000 per kilogram (kg), kemudian memproses dan menjualnya dalam bentuk kemasan yang diberi merek Jelawat dengan harga Rp55.000 per sak isi lima kilogram.

“Kami mengajak masyarakat, aparatur sipil negara, perusahaan besar swasta dan lainnya untuk membantu membeli beras lokal. Kalau bukan kita, siapa lagi yang membantu petani lokal kita? Membeli beras lokal, wujud nyata kita membantu petani, apalagi beras siam epang sudah diakui secara nasional,” kata Rasid.

Saat ini serapan beras Jelawat, khususnya di kalangan aparatur sipil negara dan perusahaan besar swasta, masih rendah. Dia berharap kepedulian semua pihak untuk membantu membeli beras lokal sehingga kesejahteraan petani juga meningkat.[Ant]

Lihat juga...