CIREBON – Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Jatiwangi, mengimbau para nelayan di pantai utara (Pantura) Cirebon, Jawa Barat, untuk mewaspadai jika terjadi hujan lebat disertai angin kencang di laut.
“Kondisi hujan disertai angin kencang itu bisa menimbulkan gelombang yang tinggi, namun bersifat sementara,” kata Prakirawan Cuaca BMKG Jatiwangi, Ahmad Faa Iziyn, saat dihubungi melalui telepon seluler, Sabtu (11/11/2017).
Menurutnya, dengan kondisi cuaca yang sewaktu-waktu bisa berubah terutama ketika hujan datang, maka khusus bagi nelayan terus waspada, agar tidak membahayakan.
Namun, saat ini di perairan Pantura tinggi gelombang masih dikatakan normal yaitu di kisaran 0,2 sampai dengan 1,0 meter. “Tinggi gelombangnya normal,” tuturnya.
Faa Iziyn juga mengatakan, selama musim hujan ada potensi hujan lebat disertai angin kencang dan biasanya angin kencang itu terjadi, karena awan-awan hujan yang berwarna hitam keabu-abuan atau yang dikenal dengan awan Cumulonimbus.
Dengan adanya awan itu, kata dia, bisa menjadikan gelombang berubah seketika dan itu membahayakan para nelayan yang melaut. “Gelombang itu bisa berubah mencapai dua kali lipat dari yang normalnya,” katanya. (Ant)