Mengenal Santosa Amin, Pengisi Suara ‘Spongebob’

JAKARTA — Bicara kartun tentu tak lepas dari peran penyulih suara (dubber), yang di Indonesia mulai dikenal luas sejak  1990-an. Tepatnya saat industri pertelevisian Indonesia dibanjiri film-film produksi luar negeri seperti kartun, film dokumenter dan film fiksi.

Dari sekian banyak dubber, terdapat nama Santosa Amin yang terkenal jadin pengisi suara ‘Spongebob Squarepants’ pada awal 2000-an. Spongebob bukan satu-satunya tokoh kartun yang dialihsuarakan Santos, panggilan akrab dubber tersebut.

Masih banyak lagi lainnya, seperti di antaranya, suara Suneo dalam kartun Jepang ‘Doraemon’, suara Ryuzo Tanokura (Oshin), suara Elmo (Sesame Street), Li Syaoran (Cardcaptor Sakura) dan suara Sang Hyeok dalam drama Korea Winter Sonata. Namun sekian banyak karakter, ternyata Spongebob Squarepants yang paling berkesan, bahkan menjadi trendmarknya.

“Saya masih aktif di dunia sulih suara (dubbing), sekarang saya lagi dubbing Doraemon. Saya juga lagi ngetik naskah untuk serial drama radio KPK dan besok rekamannya. Kemudian, saya nulis webseries untuk HIV, dan rencana mau bikin webseries lagi, “ kata dubber Santosa Amin mengawali perbincangan dengan Cendana News, seusai peluncuran film animasi ‘Knight Kris’, Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu, di mana ia turut menjadi dubber dalam film tersebut.

Dari kecil Santos Jatuh hati  pada dunia audiovisual. Dia gemar sekali menirukan suara-suara pembawa berita, menirukan tokoh-tokoh terkenal dulu, seperti Pak Harto, Pak Harmoko, dan lain-lainnya. Sampai sekarang dia masih suka menirukan suara, seperti Jeng Kelin, dan lain-lain.

“Nah, kemudian saya mengeksplor diri, kemudian saya pergi ke Jakarta, terlibat dengan beberapa grup teater, saya jadi aktor teater, dari situ kesempatan saya untuk mengeksplor suara ada. Kemudian, saya berkesempatan menjadi penyiar dan pengisi suara sandiwara radio. Dari situ berkembang menjadi dubber film,” papar Santos.

Awal karir Santos menjadi dubber di sandiwara radio. “Setelah itu saya memberanikan diri kasting di Chibi Maruko Chan sebagai narator. Kemudian saya terlibat dalam kartun-kartun anak, seperti di antaranya Ryuzo Tanokura dari serial Oshin Popeye, Li Syaoran dalam ‘Cardcaptor Sakura’, Elmo dari ‘Sesame Street’, Spongebob dalam ‘Spongebob Squarepants’. Saya juga penyulih suara Sang Hyeok dalam drama Korea ‘Winter Sonata’, “ ungkapnya bangga.

Menurut Santos, ia paling berkesan Spongebob karena yang mengangkat namanya menjadi dubber yang diakui suaranya. “Akhirnya menjadi trendmark kalau dubber yang lucu suaranya itu Santosa Amin.  Apalagi Spongebob itu sangat ekspresif. Jadi menuntut eksplorasi suara yang lebih. Dari situlah setiap kali ada film anak saya suka dipanggil untuk mengisi suara salah satu tokoh dalam film, “ bebernya.

Santos mengaku  lebih banyak suka menjadi dubber.  Menurut dia pekerjaan dubbing film banyak lucunya. Setiap dubber lebih dulu tahu ceritanya. Pekerjaannya tidak terlalu menegangkan. Seorang dubber rileks dan  bisa menikmati filmnya lebih dulu.

“Dukanya paling kalau lagi suara kita habis. Saya pernah mengalaminya. Seperti kalau kita kena flu harus dubbing terpaksa harus ditunda. Lalu, kalau harus kejar tayang, kalau suaranya lagi tidak bagus dipaksakan jadi sakit dan tidak maksimal. Ya, akhirnya kadang ditunda, tapi kalau kebutuhan sangat mendesak, walau sakit harus tetap dubbing,” papar Santos.

Sebagai aktor, Santos harus selalu bisa menciptakan mood. “Saya tidak tergantung mood. Mood tidak mood harus mood, “ tegasnya dengan mimik serius.

Santos  berharap ke depan film-film animasi Indonesia, semakin banyak dan semakin berkembang sehingga profesi dubber bisa lebih diangkat adan diihargai. Lapangan kerja dubber juga semakin ada jadi tidak harus mengandalkan film-film animasi dari luar.

Nama Amin Santosa sekarang masuk dalam jejeran dubber Indonesia terdepan. Dulu ia sering denger sandiwara radio, seringa ia mengidolakan dubber idola Petrus Uspon karena konfigennya bagus banget.

“Dia mempunyai pede lumayan bagus, suaranya mantap, artikulasinya bagus, dan emosinya juga kuat, “ pungkasnya sumringah.

Dikenal sebagai dubber hebat, Santos juga sosok yang penuh talenta. Ia bisa melukis, menari, membuat film, bermain teater hingga menulis. Meski sangat berbakat di bidang seni, rupanya ia tidak pernah mempelajarinya secara formal.

Profesi seniman yang masih dianggap sebelah mata membuat ia urung belajar lebih dalam soal seni di perguruan tinggi. Dia memutuskan untuk kuliah di jurusan manajemen meski pada akhirnya kembali menekuni dunia seni yang dicintainya dan telah membesarkan namanya.

Spongebob/Foto:Istimewa/Akjmad Syeku
Lihat juga...