PADANG — Makanan atau jajanan tradisional Minangkabau, Sumatera Barat, yang satu ini, terbilang cukup populer di berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Rasanya yang singgah di lidah, membuat jajanan yang disebut lapek nagosari ini banyak disukai.
Jika bicara asal-usul adanya lapek nagosari di Minangkabau , hingga kini belum ada pihak yang bisa menjelaskan secara pasti. Namun, terlepas dari soal sejarah, meski tergolong makanan tradisional, lapek nagosari masih banyak diminati.
Debby, warga Minang yang sering membantu ibunya membuat lapek nagosari, menjelaskan, selain rasanya yang lezat, untuk membuat lapek nagosari tidak terlalu rumit. Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat lapek nagosari, yakni tepung beras, tepung sagu, gram, gula pasir, daun pandan, daun pisang, dan santan kepala, serta pisang tua yang telah dipotong-potong.
Hal pertama yang dilakukan, kata Debby, ialah mendidihkan santan, lalu memasukkan cairan tepung beras dan gula, aduk sampai larut dan adonan kental. Setelah itu, angkat adonan dari api, dan selanjutnya taburkan tepung sagu sambil diaduk rata. Jika semua selesai dimasak, kini bentangkan daun pisang dengan ukuran yang telah ditentukan.

“Daun pisang akan membaluti adonan nagosari. Dengan menggunakan daun pisang, maka aroma dari lapek nagosari akan semakin wangi. Perpaduan daun pandan dan aroma kesegaran daun pisang, menjadi aroma yang menggoda,” katanya, Sabtu (11/11/2017).
Dalam proses pembungkusan yang menggunakan daun pisang, pada setiap bungkusan akan ada satu pisang yang telah dipotong-potong. Lalu, meletakkan potongan ukuran kecil daun pandan juga ditaburi di atas lapek nagosarinya.
“Bagi kami, lapek nagosari ini salah satu makanan tradisional yang sehat. Karena, dengan rasa dan teksturnya seperti agar-agar, mampu melancarkan BAB,” ujarnya.
Debby mengakui, saat ini jajanan tradisional lapek nagosari cukup banyak diminati. Dengan harga per bungkus lapek nagosari Rp1.000, mampu terjual hingga 150 buah per hari, yang dijual di setiap warung – warung kopi.
Menurutnya, lapek nagosari merupakan jenis jajanan yang harus habis dimakan dalam waktu 24 jam. Jika melebihi waktu itu, lapek nagosari akan mulai terasa basi ataupun akan menimbulkan rasa asam. (Ant)