Kue Mangkuak Labu dan Ungu, Makanan Unik yang Menggoda
AGAM — Warnanya dan tampilannya terlihat menarik, kuning dan ungu yang dibaluti daun pisang. Sekilas dipandang, kue ini, seperti bola mainan anak-anak. Namun, ketika dicoba untuk mencicipinya, pembaca akan tahu, bagaimana rasa adonan yang dimasak secara tradisional tersebut.
Kue mangkuak ini, salah satu makanan khas masyarakat Minangkabau, Sumatera Barat. Memiliki berbagai jenis yang tersebar di sejumlah daerah. Adanya perbedaan itu, karena berdasarkan selera, dari masyarakat.
Fitri, salah seorang penjual menjelaskan, kue mangkuak pada umumnya yang ada di Minangkabau, Sumatera Barat ini, terbuat dari tepung, gula merah, dan santan kelapa. Namun, untuk mangkuak labu ungu ini, memiliki bahan campuran dari buah labu dan ubi jalar yang berwarna ungu.
Dengan adanya campur labu itu, sehingga kue mangkuak yang dibuat menjadi berwarna kuning. Sementara untuk kue mangkuak yang berwarna ungu, merupakan campuran dari ubi jalar yang berwarna ungu. Meski dicampur dengan labu dan ubi jalar, rasanya tidak terlalu mendominasi saat disantap.

“Disini kue mangkuak labu cukup banyak dijual. Kalau soal harganya, bervariasi mulai dari Rp2.000 hingga Rp3.000 untuk satunya,” jelasnya, saat ditemui di warung di Maninjau, Kabupaten Agam, Sabtu (25/11/2017).
Ia menyebutkan, rasa kue mangkuak labu itu, terasa lembut, tidaklah terlalu manis. Yang membuatnya enak ialah cara masak yang masih menggunakan cara tradisional.
“Membuatnya tidak terlalu rumit, hanya menyediakan tepung, gula pasir, dan bahan yang digunakan seperti labu dan ubi jalar. Setelah semua tersedia, semua bahan-bahan itu diaduk hingga merata, dan barulah dimasak di dakam rantang dan di atas uap panas,” ucapnya.
Sementara itu, salah seorang penikmat kue mangkuak labu, Dasril mengatakan, awalnya mulai berfikir dan bertanya, kue jenis apakah yang berwarna kuning dan ungu.
Karena kalau berbicara kue mangkuak, biasanya berwarna coklat dan deta putih. Tapi, yang dijual di Embun Pagi, Agam itu, terlihat tidak mirip dengan kue mangkuak.
“Saya awalnya lihat-lihat saja, tapi setelah saya caba mencicipinya, ternyata enak dan lembut di makan,” ungkapnya.