Kontrol PHBS, Siswa Bantul Diberi Rapor Kesehatan
YOGYAKARTA – SD Negeri Tamanan, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta menjadi sekolah percontohan penerapan program Rapor Kesehatan di Kabupaten Bantul. Dari ratusan sekolah tingkat SD yang ada di Bantul, SDN Tamanan menjadi salah satu dari 4 sekolah terpilih yang menerapkan program dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI tersebut.
Guru Olahraga sekaligus pengelola Unit Kesehatan Sekolah SD Tamanan, Mujinah, mengatakan terpilihnya SD Tamanan sebagai penerima program Rapor Kesehatan tersebut salah satu faktornya, karena SD Tamanan merupakan juara sekolah sehat nasional tahun 2013 lalu.
Dijelaskan Rapor Kesehatan sendiri merupakan program pemerintah pusat dalam menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi siswa sekolah. Melalui rapor kesehatan inilah seluruh kegiatan terkait PHBS setiap siswa dikontrol baik oleh wali murid/orang tua, guru di sekolah maupun layanan kesehatan yakni puskesmas.

“Melalui rapor ini anak diajarkan melaksanakan sarapan, kudapan, aktivitas fisik sikat gigi, hingga kegiatan PHBS lainnya termasuk literasi kesehatan. Setiap orang tua wali murid diminta mengisi riwayat penyakit anak, termasuk riwayat imunisasi. Sedangkan di sekolah guru mengontrol seperti kesehatan gigi, kuku, rambut, dan sebagainya. Nanti jika memerlukan tindakan lebih lanjut akan dirujuk ke puskesmas,” katanya, Jumat (10/11/2017).
Dengan rapor kesehatan ini diharapkan kondisi kesehatan serta pola hidup anak dapat dipantau dan dikontrol secara berkelanjutan. Sehingga dapat mendukung proses pembelajaran di sekolah. Yakni melalui tindak lanjut penanganan kesehatan baik oleh guru maupun orang tua masing-masing siswa.
“Dengan rapor ini kan penyakit anak bisa diketahui sejak dini. Misalnya anak memiliki penyakit mata, maka di kelas ia bisa ditempatkan di bangku depan. Sehingga tidak menghambat proses belajar si anak,” katanya.
Untuk sementara, pemberian rapor kesehatan ini sendiri hanya diberikan bagi siswa kelas 1. Hal itu dilakukan selama 6 tahun hingga si anak lulus sekolah dasar. Pemberian rapor ini berbarengan dengan pemberian rapor akademik setiap setahun sekali.
“Untuk SD Tamanan, ada sebanyak 53 siswa yang mendapat rapor kesehatan. Yang terdiri dari dua ruang kelas. Karena jika untuk semua siswa sebanyak 350 orang sampai kelas enam, kita belum siap. Jadi memang bertahap,” katanya.