Kesegaran Es Doger Masih Jadi Idola Masyarakat

LAMPUNG — Minuman es menjadi salah satu sajian yang disukai berbagai kalangan. Mulai dari anak kecil hingga orang dewasa. Salah satu yang cukup terkenal di masyarakat yakni es doger yang kerap dijual secara keliling menggunakan kendaraan roda dua atau motor.

Baca Juga : Es Pisang Ijo, Menggoda di Saat Terik Matahari

Sukarna (40) salah satu pedagang mengisahkan, es doger berasal dari kata dorong gerobak. Namun meski sudah berubah dibawa dengan motor, namanya tetap sama, dan pelanggannya pun menjadi bertambah karena jarak tempuh menjadi luas.

“Setiap hari saya berjualan di pasar karena banyak pelanggan kaum ibu yang membeli untuk oleh oleh dan menjelang siang saya berjualan keliling ke kampung kampung hingga sore hari,” terang Sukarna yang ditemui Cendana News tengah melayani pembeli es doger buatannya di Bakauheni.

Baca Juga : Unik, Klepon Disajikan sebagai Es

Empat tahun berjualan, ia sedikit banyak mengetahui saat yang tepat dalam berjualan, mulai dari cuaca, lokasi strategis dan lain sebagainya. Bahkan dalam dalam sehari ia mampu mengantongi di atas Rp500ribu.

“Saat musim hujan saya membuat es doger dalam porsi lebih sedikit karena minuman dingin yang saya jual berdasarkan pengalaman sepi peminat meski tetap ada yang membeli berbeda dibanding saat musim kemarau,” terang Sukarna.

Sajian menu es doger dengan mutiara, kacang merah dan campuran lain yang menyegarkan [Foto: Henk Widi]
Proses pembuatan es doger terbilang mudah. Bahan-bahannya pun sangat mudah diperoleh, yakni berupa santan kelapa sebagai bahan utama. Seperempat kilogram gula pasir atau secukupnya menyesuaikan kebutuhan, pewarna makanan merah, dua butir kelapa muda diserut halus.

Baca Juga : Ini Legenda Jenang Pasar Lempuyangan Kesukaan Pak Harto

Selain bahan pokok tambahan yang kerap disukai di antaranya rebusan kacang merah, tape singkong, tape ketan hitam, mutiara atau dikenal dengan merah delima, susu kental manis putih atau cokelat.

Pada proses pembuatan awal, santan yang disiapkan selanjutnya direbus dengan gula putih hingga tercampur sempurna selanjutnya didinginkan dan dimasukkan dalam freezer hingga beku. Selanjutnya diserut dan diaduk menggunakan mixer pengaduk selama beberapa kali dan dicampuri dengaan serutan kelapa muda dan pewarna merah agar menarik.

“Semua bahan tersebut saya simpan dalam wadah termos khusus sehingga selalu dingin saat dibawa keliling untuk dijual,”ungkapnya.

Es doger yang dijual dalam gelas plastik atau cup kecil tersebut lanjutnya biasanya disajikan mula mula dengan memasukkan kacang merah, ketan hitam, tape singkong, ketan hitam secukupnya lalu ditambah dengan es serut. Sentuhan akhir lelehan susu kental manis putih atau cokelat sesuai selera diberikan pada bagian atas dengan tambahan sendok atau sedotan.

Baca Juga : Es Pocong di Kota Depok Laris Manis

Nisa, salah satu anak penyuka es doger yang duduk di kelas dua sekolah dasar mengaku menyukai tape singkong sehingga ia meminta ketan hitam diganti dengan tape selain rasanya semakin manis es doger dengan tambahan tape singkong lebih mengenyangkan.

Sukarna, meracik es doger pesanan pembeli [Foto: Henk Widi]
Membeli dengan harga Rp3.000 seporsi Nisa sengaja membeli dua porsi yang dibawanya pulang untuk sang kakak yang juga menyukai minuman tradisional es doger keliling tersebut.

Lihat juga...