Kementan Kampanyekan Sumber Pangan Selain Beras

SOLO — Kementerian Pertanian tengah berupaya keras mengurangi ketergantungan masyarakat akan beras sebagai makanan primer sehari-hari. Upaya ini pun digalakkan Kementan dengan kampaye  makanan berkarbohidrat selain nasi.

“Di bumi Indonesia ini masih banyak sekali sumber karbohidrat selain nasi. Misalnya, umbi-umbian, baik kentang, ketela, jagung, dan sumber karbohidrat lainnya,” ucap Kepala Pusat Keanekaragaman Konsumi dan Ketahanan Pangan, Badan Ketahanan Pangan Kementan, Tri Agustin, saat ditemui Cendana News, pekan kemarin.

Kepala Pusat Keanekaragaman Konsumi dan Ketahanan Pangan, Badan Ketahanan Pangan Kementan RI, Tri Agustin. -Foto: Harun Alrosid

Lebih lanjut, Agustin menjelaskan, budaya masyarakat Indonesia yang menyebutkan jika tidak makan nasi menjadi hal tidak wajar harus sedikit demi sedikit diubah. Selain untuk  meningkatkan ketahanan pangan, penggantian beras sebagai sumber utama karbohidrat harus digalakkan. Terutama untuk antisipasi  gagal panen secara nasional maupun kondisi darurat.

“Maka, perlu adanya kreativitas untuk membuat makanan dari sumber karbohidrat lainnya. Ini tidak hanya untuk beras saja, bagi yang biasa makanannya sagu, juga jangan terus mengandalkan. Mulai dilakukan inovasi makan sumber karbohidrat lainnya,” jelas dia.

Ketergantungan terhadap beras, kata Agustin, justru  berdampak buruk bagi ketahanan pangan nasional. Sebab, dengan melimpahnya hasil pertanian di Indonesia, seharusnya dapat lebih dimaksimalkan. Upaya menekan tingkat ketergantungan terhadap beras juga sebagai upaya melindungi keanekaragaman makananan Indonesia, sehingga tidak akan diklaim oleh negara lainnya.

“Kita tekan ini bukan berarti tidak boleh makan beras. Kita ingin menggali potensi lokal yang ada,” katanya.

Kampaye untuk menekan angka ketergantungan terhadap beras ini sudah dilakukan Kementan sejak 2016. Hasilnya cukup bagus, karena skor pola pangan harapan pada 2016 adalah 86, Kementan  mencapai 82. Memang yang paling ideal adalah di angka 100, tapi itu tidak mungkin. Yang jelas kita akan terus mengarah ke sana,” imbuh dia.

Untuk mendukung suksesnya program menekan angka ketergantungan terhadap beras,  kreasi olahan yang bersumber dari  makanan lain sangat dibutuhkan. Misalnya,  membuat kreasi makanan campuran dari jagung, beras, dan ketela pohon.

“Hal inilah yang sudah kita coba melalui Hari Pangan Sedunia, kemarin. Kita buat nasi dicampur jagung yang ditumbuk dengan ubi kayu. Hasilnya cukup bagus, banyak yang menyukai. Ini termasuk upaya untuk menekan ketergantungan terhadap nasi, dengan memaksimalkan  keanekaragaman pangan lokal,” pungkasnya.

Lihat juga...