Karanganyar Luncurkan ‘Kampung Anti Miras’
SOLO — Sebagai upaya menekan penyakit masyarakat (pekat), Pemerintah Kabupaten Karanganyar, Solo, Jawa Tengah, menginisiasi adanya wilayah anti miras. Desa Segoro Gunung, Kecamatan Ngargoyoso, menjadi desa pioner dalam pencanangan Kampung Anti Miras, ini.
Pencanangan kampung anti miras dilakukan oleh Bupati Karanganyar, Juliatmono, disaksikan Kapolres Karanganyar, AKBP Henik Maryanto. Peluncuran kampung anti miras tak lain merupakan program Polres Karanganyar dalam memerangi penyakit masyarakat.
Kondisi geografis Desa Segoro Gunung yang berada di kaki Gunung Lawu, dengan udara yang dingin menjadi salah satu alasan desa tersebut menjadi kampung anti miras.
“Adanya informasi yang menyebutkan warga di sini (Segoro Gunung) suka mengkonsumsi miras untuk menghangatkan badan harus segara ditindaklanjuti. Salah satu trobosan kita adalah dengan menjadikan kampung anti miras,” ungkap Kapolres Karanganyar, AKBP Henik, saat peluncuran Kampung Anti Miras, Senin (27/11/2017).
Warga Desa Segoro Gunung terdiri dari 4 dusun, yakni Dusun Gledok, Dusun Mener Sawit, Dusun Dukuh dan Dusun Segoro Gunung, jika tidak diantisipasi sejak dini akan berdampak negatif. Bahkan, masyarakat seakan tidak memperdulikan dampak yang ditimbulkan dengan mengkonsumsi miras.
Selain merusak organ tubuh, miras akan menimbulkan penyakit masyarakat yang jauh lebih besar. Dengan mengkonsumsi miras, orang tidak sadar akan melakukan kejahatan lain, seperti mencuri, memperkosa, membunuh dan lain sebagainya.
“Ironisnya, di setiap kegiatan masyarakat, miras sepertinya terlihat dekat dan akrab dengan mereka. Untuk menghindari terjadinya permasalahan dan gesekan antar masyarakat, kita luncurkan kampung anti miras ini,” urainya.
Dalam mengawal program kampung anti miras, Satuan Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polres Karanganyar akan terus melakukan pembinaan, dan penyuluhan selama 3 bulan ke depan. Binmas juga akan melakukan pantauan setiap hari di desa yang menjadi percontohan di Karanganyar tersebut.
“Kami berharap, melalui pendekatan kearifan dengan meluncurkan kampung anti miras ini dapat mengatasi persoalan sendiri. Tentu ini langkah yang baik untuk menginisiasi desa-desa lainnya, agar mengikuti langkah desa Segoro Gunung ini,” tandasnya.
Bupati Karanganyar, Juliatmono, menyambut baik peluncuran kampung anti miras. Menurutnya, langkah Segoro Gunung yang berani menjadi pioner kampung anti miras menjadi trobosan yang besar dalam menciptakan kondusivitas di masyarakat.
“Tentu, pemerintah akan menunjang, agar program itu sukses. Yakni, dengan turut memberikan fasilitas yang memadai serta pemantauan yang rutin,” imbuhnya.
Peluncuran kampung anti miras juga memberikan dampak positif bagi Karanganyar, sehingga akan menjadi stimulan bagi desa-desa lainnya untuk turut serta menciptakan iklim yang sejuk di tengah masyarakat.