JAKARTA – Indonesia akan meningkatkan pemakaian Stadion Tenis Bukit Asam di Kawasan Olahraga Jakabaring Palembang, Sumatera Selatan. Langkah tersebut diambil demi kelancaran persiapan pertandingan Asian Games pada Agustus 2018.
Manajer Kompetisi Tenis Asian Games 2018 Susan Soebakti menyebut, salah satu upaya penyeringan penggunaan Stadion Tenis Bukit Asam adalah dipergunakan untuk dengan menggelar turnamen atau pertandingan. “Pada awal Februari 2018, Indonesia akan menjamu Filipina dalam laga pertama Piala Davis Grup II Zona Asian-Oceania. Kami berharap pertandingan itu berlangsung di Palembang,” katanya, Jumat ( 10/11/2017).
Dari evaluasi sementara yang dilakukan, dari sisi teknis permukaan lapangan tenis di Jakabaring tersebut masih kasar. Hal tersebut dinilai menghambat laju bola enis meski hanya sedikit. Selain dari sisi teknis lapangan, penggunaan secara sering diklaim juga akan mendorong atlet Indonesia akan semakin mengenali lapangan yang akan dipergunakan di Asian Games 2018.
Indonesia, memperoleh hak istimewa sebagai tuan rumah karena juga dapat menggunakan arena pertandingan Asian Games sebagai lokasi pemusatan pelatihan nasional bagi atlet-atletnya. “Tidak hanya alasan teknis seperti kesiapan lapangan dan sarana pendukungnya. Peningkatan penggunaan lapangan juga bermanfaat bagi atlet-atlet kita karena mereka selalu bertanding di arena Asian Games,” kata Wakil Deputi I INASGOC Djoko Pramono.
Pada laga perempat final pertandingan uji coba cabang tenis, sejumlah petenis yang menempati posisi unggulan gagal melaju ke semi final. Petenis wakil Jawa Timur, Ari Fahresi sukses menyingkirkan unggulan pertama Arief Rahman dari Kalimantan Timur. Petenis yang masuk babak utama dengan fasilitas wild card itu mengandaskan peraih medali perak tunggal putra PON 2016 itu dengan rubber set, 4-6 7-5 3-0 ret.
“Saya tidak pernah menyangka bisa melaju hingga semifinal. Apalagi pada set kedua saya sudah tertinggal 2-5 setelah kalah pada set pertama. Beruntung lawan mengalami cedera hingga tak bisa meneruskan pertandingan,” tutur Ari.
Pada laga semi final Sabtu (11/11), siswa kelas X SMA Khusus Atlet Ragunan Jakarta itu akan menjajal ketangguhan unggulan ketiga, Iqbal Bilal Saputra (Kaltim). Sementara, unggulan kedua tunggal putri Fitriani Sabatini gagal melaju ke babak empat besar. Ani harus mengakui ketangguhan seniornya, Deria Nur Haliza (20) pada laga perempat final.
Deria memenangi duel sesama wakil DKI Jakarta itu dalam dua set langsung 6-3, 6-2 dan menghadapi unggulan ketujuh asal Bali Putu Armini pada putaran semifinal. “Saya optimistis bisa menjuarai turnamen ini. Namun, saya harus terus beradaptasi dengan lapangan tenis di Jakabaring. Permukaannya agak kasar hingga laju bola menjadi lebih lambat,” tutur Deria yang meraih medali perunggu ganda campuran Asian Indoor and Martial Art Games 2017 di Ashgabat, Turkmenistan. (Ant)