PALU – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) berkomitmen meningkatkan layanan informasi tentang gempa bumi dan peringatan dini tsunami secara cepat dan akurat kepada masyarakat di daerah, termasuk di Provinsi Sulawesi Tengah.
“Hanya dalam hitungan menit, informasi gempa bumi dan tsunami sudah disampaikan BMKG kepada masyarakat, termasuk untuk kepentingan media,” kata Deputi Bidang Geofisikan BMKG Pusat, Mohammad Sadly, di sela seminar sehari yang berlangsung di Palu, Senin (27/11/2017).
Di hadapan para peserta seminar terdiri atas mahasiswa Universitas Tadulako (Untad) Palu dan stakholder itu, Sadly mengatakan, wajib bagi BMKG di daerah-daerah, termasuk di Palu dan umumnya Sulteng untuk memberikan informasi secepatnya, tepat dan akurat ketika terjadi gempa bumi dan peringatan dini tsunami kepada semua pihak, termasuk masyarakat.
Dia mengatakan, BMKG bertanggungjawab menyediakan dan menyampaikan data dan informasi serta peringatan dini kepada instansi terkait berkenaan dengan kondisi, kejadian atau potensi gempa bumi dan tsunami, seismologi teknik, geopotensial dan tanda waktu.
Sadly juga mengatakan, beberapa kegiatan yang mendukung dalam perjalanan tugas pokok dan fungsi BMKG di daerah ini telah dilaksanakan.
Dari aspek gempa bumi dan tsunami, misalnya, BMKG telah membangun sistem peringatan dini tsunami yang terdiri dari sistem monitoring, sistem pengolahan data dan diseminasi.
Moda diseminasi seperti SMS, fax, email, ‘warning receiver system‘ telah digunakan dalam sistem diseminasi informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami.
Hal itu untuk memastikan seluruh daerah yang terdampak gempa bumi dan tsunami dapat segera mendapatkan informasi dan peringatan dini.
Dia menambahkan, keberhasilan sistem peringatan dini tidak hanya diakui di tingkat nasional, tetapi berperan penting di tingkat internasional. Indonesia bersama India dan Australia saat ini telah menjadi ‘Tsunami Service Provider’ atau penyedia peringatan dini tsunami bagi negara-negara di pesisir Samudera Hindia.
Di samping itu, katanya, dalam upaya mitigasi bencana, BMKG telah menyelenggarakan serangkaian edukasi dan latihan di wilayah rawan gempa bumi dan tsunami. Latihan tersebut tidak hanya skala nasional, tetapi juga internasional dalam kegiatan rutin pelatihan peringatan dini tsunami dilakukan di negara-negara Samudera Hindia dan Pasifik.
Pemerintah saat ini sedang menggiatkan pembangunan infrastruktur hampir di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Sulteng. Karena sebagian besar wilayah Indonesia merupakan wilayah rawan gempa bumi dan tsunami. Juga memiliki frekuensi kejadian petir yang cukup tinggi. (Ant)