Dua Puskesmas Diminta Tangani Pengungsi Tembagapura

TIMIKA – Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika meminta Puskesmas Jileale dan Kwamki Narama, memberikan layanan kesehatan kepada warga asal Distrik Tembagapura yang mengungsi di bangunan lama GKII Wilayah II Pegunungan Tengah Papua, Jemaat Anugerah Kampung Damai, Distrik Kwamki Narama.

Sekretaris Dinkes Mimika, Raynold Ubra, mengatakan, kedua Puskesmas yang berlokasi di Kwamki Lama itu akan memberikan pelayanan kesehatan rutin kepada warga pengungsi asal Kampung Banti, Kimbeli dan Opitawak, Distrik Tembagapura.

“Selama mereka di Kwamki Lama, pelayanan kesehatan diberikan oleh dua Puskesmas yang ada di lokasi itu, yakni Puskesmas Jileale dan Puskesmas Kwamki Narama. Meskipun demikian, Tim Kesehatan Terpadu yang sudah ada terus memantau dan sesekali memberikan bantuan pelayanan ke sana,” jelas Raynold, di Timika, Senin (27/11/2017).

Sebanyak 806 pengungsi asal Tembagapura yang sebelumnya menempati Posko Pengungsian di Gedung Eme Neme Yauware Timika dipindahkan ke Kwamki Narama pada Jumat (24/11) siang.

Para pengungsi itu memilih dipindahkan ke Kwamki Narama lantaran tidak tahan dengan kondisi panas di Gedung Eme Neme Yauware Timika.

Sebelum dipindahkan ke Kwamki Narama, 60 balita pengungsi mendapat pelayanan Posyandu yang diselenggarakan oleh Tim Kesehatan Terpadu yang mencakup seluruh pusat layanan kesehatan di Mimika, seperti Dinkes, RSUD, Rumah Sakit Mitra Masyarakat, Klinik Tribrata, Rumah Sakit Bantuan TNI, PMI, Departemen Public Community Health PT Freeport Indonesia dan Malaria Center Mimika.

Selain difokuskan ke balita, kegiatan Posyandu tersebut juga menyasar 20 orang pengungsi yang sudah berusia lanjut dan 12 ibu hamil. (Ant)

Lihat juga...