Hujan Deras, Banjir Pacitan Hanyutkan Tiga Orang
PACITAN – Kota 1001 gua, Pacitan, kini tengah menghadapi bencana banjir usai diguyur hujan pada Selasa (28/11/2017). Kondisi sungai pun meluap dan membanjiri pemukiman warga, khususnya yang ada di Desa Sinorboyo, Kecamatan Pacitan.
Sekretaris BPBD Pacitan, Ratna Budiono saat dikonfirmasi mengatakan, akibat banjir tersebut hari ini ada tiga orang yang hanyut dengan kondisi satu ditemukan sudah meninggal dunia sedangkan dua orang lainnya belum ditemukan.

“Ditemukannya di area persawahan Desa Kanyen, Kecamatan Pacitan, sekitar 3,3 km terseret arus banjir,” jelasnya kepada Cendana News, Selasa (28/11/2017).
Korban tersebut diidentifikasi bernama Hartini (50 tahun) sedangkan dua orang lainnya bernama Eko (41 tahun) dan Amri Suwartono (24 tahun) yang hingga saat ini belum ditemukan. Guna membantu proses evakuasi bencana di Pacitan sudah ada 100 orang personil Polres Pacitan, 30 personil BPBD Pacitan, 40 personil Kodim 0801 Pacitan, 15 personil tim kesehatan Pemkab Pacitan dan 50 personil relawan.
Menurutnya, banjir ini akibat dari cuaca ekstrim yang melanda Pacitan. Curah hujan yang tinggi serta adanya tanggul di anak sungai Kebonagung yang jebol disinyalir jadi pemicu utama.
“Debit air hujan tinggi sekitar 100 milimeter, ini ektsrim, dampak Tropycal Cyclone (TC) wilayah Jawa,” ujarnya.
Saat ini akibat puncak musim hujan, beberapa wilayah di Pacitan mengalami musibah banjir diantaranya Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadirojo, Desa Tambakrejo dan Desa Kebonagung, Kecamatan Kebonagung, serta Desa Sirnoboyo, Sukoharjo, Kayen dan Kembang, Kecamatan Pacitan. Ratusan rumah warga terendam banjir. Bahkan beberapa wilayah mengalami arus banjir yang deras. Warga diminta waspada dan berhati-hati.
“Ketinggian air yang masuk kedalam rumah sekitar 30-50 cm, saat ini pasukan assessment masih bergerak mengevakuasi warga dan mengantar logistik bantuan,” cakapnya.
Sementara itu, diturunkan pula 450 personil Polda Jatim yang terdiri dari satu SSK personil Satbrimobda, satu SSK personil Ditsabhara, tiga ekor anjing pelacak (K-9) serta satu tim DVI dari bidang Dokkes untuk membantu mengidentifikasi korban meninggal dunia.
“Warga tetap diminta waspada dan berhati-hati jika ada kejadian yang membahayakan segera lapor kepada petugas disekitar tempat tinggal,” tegasnya.
Ditemui di lain tempat, Kabid Rehabilitasi dan Rekontruksi BPBD Ponorogo, Setyo Budiono menambahkan pihak BPBD memberikan bantuan berupa satu unit perahu karet, lima orang personil BPBD serta lima orang relawan dari Universitas Muhammadiyah Ponorogo.
“Bantuan tenaga dan perahu karet yang kami kirim untuk membantu mengevakuasi warga yang terjebak banjir,” pungkasnya.