MATARAM – Sebagai antisipasi kedatangan pengungsi dari Provinsi Bali, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mempersiapkan posko penampungan bagi masyarakat Bali yang mengungsi ke Pulau Lombok akibat erupsi Gunung Agung.
“Sebagai langkah antisipasi dan kesiap-siagaan, Pemda NTB bersama Pemkab Lombok Barat telah membangun posko penampungan bagi masyarakat Bali yang mengungsi, khususnya di pelabuhan Lembar,” kata Kepala BPBD NTB, Muhammad Rum di Mataram, Selasa (28/11/2017).
Selain pelabuhan Lembar, BPBD NTB juga menyiapkan empat lokasi sebagai lokasi penampungan sementara masyarakat Bali yang mengungsi ke Lombok, yaitu Gor Turida, Cakranegara, Asrama Haji dan Gelanggang Pemuda Kota Mataram.
Posko penampungan dan pendataan pengungsi erupsi Gunung Agung sendiri telah dibuka sejak Senin 27 November 2017, merupakan posko gabungan dari BPBD, Dinas Sosial NTB, dan ASDP.
“Langkah BPBD membuat posko tersebut sebagai upaya antisipasi dari pemerintah provinsi melakukan pendataan pengungsi masuk ke Lombok,” katanya.
Sebelumnya, General Manager (GM) PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Lembar, Yanus Lentanga mengatakan, akibat penutupan bandara Lombok International Airpot (LIA), penyeberangan jalur laut melalui pelabuhan Lembar, dari maupun menuju Lembar sudah mulai ramai. Baik kendaraan roda dua maupun roda empat termasuk yang menggunakan angkutan umum.
Ia mengatakan, meski terjadi peralihan transportasi dari udara ke laut, tapi sampai sekarang, jumlah penumpang masih berlangsung normal, belum dilakukan penambahan loket tiket baik di Padangbai, Bali maupun yang di Lembar, Lombok Barat.
Dari total 36 unit kapal yang berada di lintasan Padangbai-Lembar, terdapat 15 unit kapal yang siap beroperasi reguler setiap harinya dan akan mengoptimalkan 4 unit kapal yang beroperasi di lintasan ini. Termasuk mempercepat port time dari biasanya 1,5-2 jam menjadi 1 jam saja.
“Namun, jika terjadi lonjakan yang signifikan, kami akan tambah loket penumpang dan kendaraan dari jumlah eksisting saat ini,” katanya.