Gubernur Bali: Pengungsi Kali Ini Lebih Tertib

SINGARAJA – Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, mengatakan proses pengungsian untuk kali kedua ini jauh lebih baik, karena status Awas terjadi pagi hari.

Ia menilai, pemerintah dan masyarakat lebih siap dengan status Awas kali ini dan tak ada kepanikan seperti pada pernyataan Awas sebelumnya. “Ya, saya menilai kali ini lebih baik ketimbang saat arus pengungsian di awal”, ujar Mangku Pastika, saat meninjau kondisi pengungsi di Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Rabu (29/11/2017).

Pastika menambahkan, masyarakat kali ini mengungsi dengan tertib dan atas kesadaran sendiri. Hanya saja, masyarakat tidak membawa kembali bantuan yang dulu sudah diberikan oleh pemerintah seperti matras, selimut kompor dan kipas.

Ia berharap, jangan sampai ada kesan pemerintah membiarkan pengungsi tidur di alas tipis dan tanpa selimut. Para pengungsi sudah diimbau agar membawa kembali kompor, alat masak dan kebutuhan lainnya.

“Minta lagi ke pemerintah agak sulit, karena dulu sudah pernah dikasih. Tapi, kemarin saya sudah minta ke pemerintah pusat, matras, selimut, tenda, terpal, alat masak, ya mudah-mudahan didrop, kalau tidak ya kita musti carilah,” ujarnya.

Pada kesempatan ini Gubernur Pastika juga berharap masyarakat mengikuti arahan pemerintah. Menurutnya, selama penghuni 22 desa yang masuk ke dalam Kawasan Rawan Bencana mengikuti arahan pemerintah, mudah-mudahan masyarakat akan aman.

“Kita harapkan tidak terjadi, sih. Anggaplah kemungkinan terburuk itu (erupsi seperti 1963). Tidak ada masalah sepanjang saudara-saudara kita mengikuti arahan,” pungkasnya.

Didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali, Dewa Gede Mahendra Putra, Gubernur Pastika tiba di lokasi pengungsian dan langsung mendapat laporan kondisi pengungsi dari Kepala BPBD Provinsi Bali Dewa Made Indra dan Kepala Desa Tembok Dewa Komang Yudi Astara.

Menurut Astara, sebanyak 2.300 pengungsi asal Karangasem sudah ditampung di desa Tembok pascakenaikan status Gunung Agung ke level Awas untuk kedua kalinya.

Lihat juga...