Lima Kali Diperbaiki, PJU Kampung Atas Air Rusak Lagi

BALIKPAPAN — Penerangan Jalan Umum (PJU) di kawasan perumahan Kampung Atas Air, Kelurahan Margasari, Kota Balikpapan, kerap mengalami kerusakan. Padahal, PJU di kawasan itu sudah seringkali dilakukan perbaikan.

Karenanya, Dinas Perhubungan Balikpapan belum ada rencana memperbaiki PJU di Kampung Atas Air tersebut, mengingat perbaikan PJU sudah dilakukan sebanyak lima kali.

Kepala Dinas Perhubungan Balikpapan, Sudirman Djayaleksana. –Foto: Ferry Cahyanti

“Bukan kita tidak mau memperbaiki, kalau ini berlangsung terus tanpa ada komitmen warga, RT, Lurah setempat untuk menjaga setelah dilakukan perbaikan, maka akan menghabiskan biaya. Itu kan biaya, misalnya ada 10-15 lampu katakan kabel dipotong, roll lampu dirusak. Nah, kalau sampai 5 kali keluar biaya di situ begitu ada pemeriksaan nanti jadi pertanyaan. Kok berulang kali?” ungkap Kepala Dinas Perhubungan Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, Rabu (29/11/2017).

Menurutnya, penerangan di lingkungan agar tidak menimbulkan penyakit masyarakat. Namun, sayangnya lingkungan dan masyarakat kurang mendukung. “Jadi, soal penerangan itu jangan disalahkan kami semua. Kan sudah 5 kali dari bulan Juni sampai sekarang. Itu hampir tiap bulan kami perbaiki. Kalau di Lumba-lumba Manggar 2-3 kali perusakan.  Kalau di Kampung Atas Air kabel dipotong kalau di Lumba-lumba lampu diketapel,” sebutnya.

Sudirman menegaskan, persoalan PJU telah disampaikan ke anggota DPRD Kota Balikpapan, khususnya Dapil timur dan Barat. “Minimal warga sekitar laporan ke aparat setempat, Babinsa. Kami juga minta komitmen dari warga setempat untuk menjaga, bila sudah diperbaiki,” ujarnya.

Jumlah PJU di Balikpapan hampir  sekitar 12 ribu titik yang dikelola Dinas Perhubungan Kota. Biaya yang dikeluarkan untuk PJU sekitar Rp20-30 miliar sesuai dengan pemakaiannya per tahun. “Bayar listrik 25-30 miliar itu tergantung pemakaian per tahunnya,” imbuhnya.

Lihat juga...