Gorong-gorong di Jalan Provinsi Rusak Lama, Kini Diperbaiki
LAMPUNG – Harapan masyarakat akan kondisi jalan mulus di ruas jalan provinsi penghubung antar kecamatan dari wilayah Kecamatan Palas hingga Kecamatan Penengahan masih belum terealisasi dengan masih banyaknya akses jalan berlubang, becek bahkan beberapa gorong- gorong amblas.
Sebagai langkah melakukan perbaikan gorong-gorong pemerintah provinsi Lampung bahkan membongkar sejumlah gorong-gorong yang ada di beberapa titik diantaranya Desa Sukaraja, Sukamulya Kecamatan Palas.
Woto, salah satu pekerja yang tengah melakukan pembangunan gorong-gorong di Dusun Sukabangun Desa Sukamulya menyebut gorong-gorong yang diperbaiki tersebut diantaranya empat titik keseluruhan berada di Desa Sukaraja dan satu titik di desa lain. Pada titik keempat tepat di perbatasan Dusun Sukabangun Desa Sukamulya dan Dusun Purwodadi Desa Sukaraja, Woto menyebut, tengah diperbaiki sebagian dari total keseluruhan gorong-gorong sepanjang 8 meter dan lebar 180 sentimeter.

Pengerjaan beberapa gorong-gorong diakuinya terkendala hujan yang kerap melanda wilayah tersebut sehingga beberapa gorong-gorong sempat terendam air dan memperlambat proses pengeringan gorong-gorong. Perbaikan gorong-gorong sebanyak lima titik diprediksi selesai sebelum akhir tahun ini dibantu dengan faktor cuaca yang mendukung sehingga mempercepat proses pembangunan.
Salah satu pengendara kendaraan roda dua, Sopian, menyebut hampir selama lima tahun lebih akses jalan provinsi tersebut belum diperbaiki terutama di sejumlah titik harus ditambal dengan tanah padas diantaranya di Desa Palas Jaya. Sementara di beberapa ruas jalan provinsi di Desa Palas Pasemah, Sukaraja hingga ke Desa Kekiling perbatasan Kecamatan Penengahan dan Kecamatan Palas.
“Kami sudah lelah menyampaikan aspirasi ke wakil rakyat untuk diusulkan ke pemerintah provinsi Lampung namun belum terealisasi. Namun kini mulai dibangun talud semoga selanjutnya dibangun jalan gorong-gorong,” beber Sopian.
Ia bahkan menyebut sebagian besar gorong-gorong sudah ada sejak puluhan tahun silam sehingga perlu mendapatkan perbaikan oleh pihak terkait dalam hal tersebut menjadi tanggungjawab pemerintah provinsi Lampung. Meski perbaikan dilakukan berulang kali pada kepemimpinan beberapa gubernur, namun kerusakan terus terjadi karena jalur tersebut kerap dilintasi oleh truk pengangkut gabah dari wilayah Palas.
Wardi, salah satu warga di Dusun Sukabangun Desa Sukamulya yang berada lima meter di dekat gorong-gorong tersebut menyebut, sebelum ada perbaikan bahkan lubang pada gorong-gorong kerap ditutupi dengan batang pisang, batu dan kayu agar pengendara yang melintas tidak terperosok. Selain itu saat hujan tiba limpasan air kerap menggenang ke pekarangan rumahnya akibat saluran drainase yang kurang baik.
“Banjir memang belum pernah terjadi namun air bisa menggenangi pekarangan kami sehingga warga sangat senang perbaikan dilakukan selain membantu warga sekaligus memudahkan pengendara,” terang Wardi.
Wardi menyebut perbaikan gorong-gorong sebanyak lima titik juga diimbangi dengan perbaikan jalan bahkan dibangun dengan sistem rigid beton seperti yang dibangun di ruas Penengahan hingga Ketapang sebab dengan sistem aspal kerap rusak akibat dilintasi kendaraan bertonase berat.
