MAKASSAR — Hari ini sudah ketiga kalinya Rezki mendatangi klinik gigi. Sudah dua minggu terakhir ia merasakan sakit di gigi bagian belakang. Rasa sakit pada giginya bahkan terasa begitu menyiksa, takhayal merambat sampai ke telinga dan juga kepala.
Sakit tersebut disebabkan karena karies pada giginya yang sudah mulai parah. Gigi Rezki yang berlubang tersebut akhirnya tidak bisa dipergunakan. Hal ini dikarenakan, jika giginya yang berlubang kena sisa makanan, maka akan terasa sakit.
Baca juga: Dekan FKG UGM: Hanya 2,3 Persen Masyarakat Sikat Gigi Rutin
Menurut Rezki sendiri jika giginya yang berlubang tersebut digunakan untuk makan, maka akan terasa sakit pada giginya yang berlubang.
“Kalau gigi saya mulai sakit saya tidak bisa tidur dengan nyenyak, bahkan saya tidak bisa makan sama sekali jika gigi saya mulai terasa sakit,” cerita Rezki pada Cendana News di klinik gigi di Makassar, Jumat (10/11/2017).
Karies (lubang) sendiri merupakan penyakit yang menyerang lapisan email, sehingga menyebabkan gigi lubang. Ada tiga faktor yang menjadi penyebab, kebersihan mulut yang tidak diperhatikan, memakan makanan manis dan lengket, asam yang berlebihan pada mulut.
Karies sendiri terjadi tidak begitu saja, melainkan dari proses yang sangat panjang. Jika karies terjadi pada usia muda atau dini maka akan berpengaruh pada pertumbuhan gigi selanjutnya.

Menurut Drg. Ita Isdiana Anwar. M,kes, terbentuknya lubang atau karies pada gigi ini terjadi dari proses yang amat panjang.
“Karies pada gigi itu tidak semerta-merta terjadi melainkan dari proses yang cukup panjang. Sisa-sisa makanan manis dan lengket yang tidak di bersihkan. Sehingga sisa makanan tersebut yang merusak lapisan email pada gigi,” jelasnya.
Kekuatan email gigi sendiri sudah ditentukan semejak di dalam kandungan, dengan memakan makanan yang bergizi dan berprotein tinggi. Selain itu untuk mencegah karies diperlukan menjaga kebersihan. Karena gigi sangat rentan dengan yang namanya bakteri.
Salah satunya tidak memakai sikat gigi secara bergantian, dan upayakan sering menyikat gigi saat malam.
Karena pada saat malam kuman atau bakteri akan mulai bekerja menggerogoti gigi. Hal ini yang perlu di ajarkan pada anak yang usia dini untuk mencegah Karies.
Baca juga: Karang Gigi Dominasi Kasus Pemeriksaan BKGN UNEJ
Ia menambahkan, masalah kekuatan email pada gigi memang harus diperhatikan semejak dalam kandungan.
“Karena karies pada gigi itu tidak hanya bergantung pada pola makan dan kebersihan rongga mulut tapi juga pada kekuatan email gigi yang dimulai sejak dalam kandungan,” tutupnya.