Dr. Subiakto Tjakrawerdaja Bangga Ekonomi Pancasila Diakui Dunia Luar

TEGAL — Ketua Yayasan Damandiri Dr. Subiakto Tjakrawerdaja bangga Ekonomi Pancasila diakui oleh dunia luar. Hal itu terbukti dengan Megawati Soekarnoputri mendapat gelar doktor kehormatan (honoris causa) dari Universitas Nasional Mokpo (MNU) Korea Selatan karena melaksanakan ekonomi Pancasila dengan mengangkat topik mengenai Ekonomi Pancasila sebagai alternatif bagi sistem ekonomi kapitalis.

Presiden MNU, Choi Il, menilai Megawati adalah Presiden kelima Indonesia, yang konsisten memperjuangkan ekonomi Pancasila sebagai alternatif bagi sistem ekonomi liberal. Selain itu, Choi  Il juga melihat perhatian dan kontribusi Megawati terkait situasi geopolitik di Semenanjung Korea.

Megawati memaparkan orasi ilmiah ketika ia menerima gelar doktor kehormatan. Judul orasi ilmiah itu Pancasila Democracy: An Economic and Political Democracy to Build a New World Order.

Subiakto menganggap kenyataan itu menjadi tantangan bagi perguruan tinggi seperti Universitas Pancasakti Tegal untuk terus-menerus menyempurnakan dan membuktikan Ekonomi Pancasila.

“Saya kerjasama dengan LPPM UPS Tegal untuk mencoba membuktikan beberapa desa di sekitar sini untuk menerapkan Ekonomi Pancasila itu,” ujar Dr. Subiakto Tjakrawerdaja dalam kuliah umum di Fakultas Hukum, UPS, Jl. Halmahera Tegal, Rabu (22/11/2017)

Lebih lanjut, Subiakto mengungkapkan keinginannya. “Saya ingin mencoba untuk mengumpulkan 1000 orang yang terdiri dari orang yang sejahtera, setengah sejahtera dan belum sejahtera.

“Kita bikin program kegiatan untuk memakmurkan 1000 orang yang benar-benar sejahtera secara keseluruha. Pancasila bukan pure ekonomis, tapi sosial ekonomi. Bisnis sosial, bisnis yang ada unsur sosialnya, orientasinya bukan bisnis, tapi kemakmuran, “ paparnya.

Setelah Kuliah Umum ini, Subiakto mempersilahkan perguruan tinggi UPS Tegal meneruskan kerjasama untuk kemudian ada kajian Ekonomi Pancasila. “Silakan kerjasama kita ini kita teruskan untuk kemudian ada kajian Ekonomi Pancasila, “ tuturnya.

Subiakto berharap kehadirannya dalam Kuliah Umum di UPS Tegal dapat bermanfaat. “Saya berharap kehadiran saya dalam Kuliah Umum ini dapat bermanfaat, “ pungkasnya sumringah.

Dalam sesi tanya-jawab, Bagus, salah seorang peserta, menyatakan bersyukur sekali dapat mengikuti Kuliah Umum ini. Bagus menyoroti Ekonomi Pancasila bertujuan untuk kemakmuran bersama secara keseluruhan.

“Langkah-langkah apa yag harus dilakukan agar nelayan dapat mencapai kemakmuran bersama secara keseluruhan?” tanya Bagus.

Subiakto memberikan jawaban atas pertanyaan Bagus itu dengan mengawali dari paparan kenyataan bahwa nelayan-nelayan kita adalah nelayan yang menggunakan perahu kecil yang itu tentu jauh dari kemakmuran. Itu sebabnya nelayan umumnya hanya dapat menangkap ikan sedikit saja.

Ia menganjurkan nelayan-nelayan jangan berusaha sendiri-sendiri tapi bersatu dalam wadah koperasi. Ini mestinya yang menjadi tugas koperasi untuk membantu para nelayan itu agar dapat membeli kapal yang besar sehingga dapat menangkap ikan lebih banyak. Dalam Ekonomi Pancasila, terdapat pengembangan koperasi penggunaan insentif sosial dan moral.

“Ini menjadi bukti bahwa koperasi memang sebagai implementasi Ekonomi Pancasila, “ tegasnya.

Lihat juga...