Dana Desa dan Pertanian Potensi Gerakan Ekonomi Kaltim

JAKARTA — Guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Timur, salah satu sektor yang mendongkrak ekonomi daerah diperkirakan pemanfaatan dana desa dengan padat karya, sektor pertanian dan diversifikasi komoditas dari hasil perkebunan.

Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur pada triwulan ke III/2017 Year on Year 3,54%. Pertumbuhan itu tumbuh dibandingkan dengan tahun 2016 tidak dengan migas tumbuh -0,38%.

Menurut Ekonom, Lana Soelistianingsih, Kaltim perlu melakukan diversifikasi untuk berubah dari sektor andalan tambang batu bara dengan menggerakan bisnis turunannya manufaktur.

“Saat ini kalau mau merubah butuh waktu tapi sementara ini memang komoditas itu masih menjadi daya tarik dari Kaltim. Barangkali ke depannya mulai dilakukan diversifikasi untuk berubah dari komoditi dasar yang betul-betul ada bisnis turunan jadi digerakkan manufaktur,” jelasnya usai kegiatan Pelatihan Wartawan Daerah yang memaparkan pengendalian inflasi,” terangnya Selasa, (21/11/2017).

Ia menjelaskan pemerintah daerah harus sudah mulai melakukan diservikasi dari sektor unggulan di Kaltim, bukan hanya mengandalkan pada sektor andalan tambang batu bara. Namun, sektor lainnya seperti migas dan perkebunan kelapa sawit.

“Sektor andalan kaltim tentu tidak hanya batu barakan. Kalau kondisi lagi turun masa harus tetap diandalkan. Cari sektor turunannya misal migas tidak hanya dijual bentuk minyak mentah tapi diversifikasi apa, kemudian CPO bisa undang perusahaan lain untuk diversifikasi lainnya yang menhasilkan. Bisa industri kosmetik seperti daerah lain,” paparnya ketika ditanya media mengenai potensi ekonomi Kaltim.

Sama halnya dengan sektor pertanian lanjutnya, sektor pertanian juga sangat menjanjikan karena potensi dapat melibatkan banyak pekerja dan menggerakan ekonomi.

Selain itu, dalam pemanfaatan dana desa dari Pemerintah Pusat dengan padat karya juga potensi mendongkrak ekonomi daerah.

“Bangun irigasi perlu banyak orang jadi membangun infrastruktur yang berbasis Padat Karya itu sangat diperlukan untuk kondisi jangka pendek. Seperti ini misalnya yang sekarang ini ramai adalah dana desa yang nantinya akan diarahkan untuk proyek-proyek yang berbasis padat karya. Mudah-mudahan itu bisa segera terealisasi syukur kalau Kaltim masih punya dana banyak untuk melakukan proyek-proyek infrastruktur yang skalanya kecil,” beber Lana.

Dia memproyeksikan harga minyak mentah ada potensi naik di pertengahan 2018 dan tentu akan mengerek harga-harga komoditas dan turunannya.

“Kami lihat harga minyak mentah ada potensi naik mungkin di pertengahan 2018. Harga-harga komoditas akan membaik kalau harga minyak naik mereka pasti akan ke bawa naikan,” tukasnya.

Saat kegiatan pelatihan pemaparan dengan tema pengendalian inflasi di Jakarta/Foto: Ferry Cahyanti.
Lihat juga...