BPBD Banjar Pasang Rambu Rawan Longsor dan Banjir

BANJAR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjar, Jawa Barat, memasang rambu-rambu peringatan di sejumlah titik lokasi yang dianggap rawan longsor dan banjir.

Hal tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terjadinya bencana alam yang mungkin melanda wilayah Kota Banjar. Pasalnya, saat ini sudah memasuki musim penghujan dan adanya imbauan dari BMKG akan adanya perubahan cuaca ekstrem di wilayah Provinsi Jawa Barat pada akhir November ini.

Kepala Seksi Kesiapsiagaan dan Penanggulangan Bencana, BPBD Kota Banjar, Asep Setiadi, S.Pd., MM., -Foto: Baehaki Efendi

Berdasarkan informasi BPBD Kota Banjar, di wilayah Kota Banjar terdapat sedikitnya tiga kecamatan rawan bencana longsor dan tiga kecamatan rawan bencana banjir.

“Sebagai langkah antisipasi, BPBD Kota Banjar memasang rambu-rambu bencana di beberapa wilayah yang dianggap rawan musibah longsor dan banjir di wilayah Kota Banjar,” ungkap Kepala Seksi Kesiapsiagaan dan Penanggulangan Bencana, BPBD Kota Banjar, Asep Setiadi, S.Pd., MM., Rabu (29/11/2017).

Asep merinci derah yang dianggap rawan terjadi bencana longsor ada di wilayah Kecamatan Banjar, Pataruman dan Purwaharja. Sedangkan daerah yang banjir ada di wilayah Kecamatan Purwaharja, Langgensari dan Pataruman. Selama beberapa kali dalam sepekan terakhir ini, bahkan berpotensi adanya retakan tanah di kawasan pegunungan, terutama di daerah yang pernah terjadi longsor.

Asep mengimbau kepada seluruh warga masyarakat di wilayah Kota Banjar untuk selalu waspada akan faktor cuaca yang terjadi pada akhir bulan ini, yang berpotensi sekali menimbulkan bencana longsor dan banjir.

Ia juga berharap kepada masyarakat, bila ada potensi bencana di lingkungan tempat tinggalnya, agar secepatnya berkoordinasi dengan pihak pemerintahan desa setempat, Babinsa, Babinmas, yang ada di wilayah tersebut, untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan BPBD Kota Banjar, dalam hal penanganan dan penanggulangannya.

“Sehingga kita dapat melakukan langkah antisipasi dan pemetaan, agar tidak terjadi bencana yang lebih besar, bahkan sampai menimbulkan korban jiwa”, pungkasnya.

Lihat juga...