JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengandalkan anak-anak muda duta damai dunia maya untuk menghadapi propaganda radikalisme di dunia maya.
Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius menyebut, anak muda memiliki semangat yang bisa diharapkan untuk program penanggulangan radikalisme. “Anak muda itu penuh gairah, sehingga harus kita arahkan agar bisa mempengaruhi teman-temannya menyebarkan perdamaian,” kata Suhardi saat menjadi pembicara talkshow hari kedua pelatihan tingkat lanjut duta damai dunia maya 2017 di Jakarta, Selasa (28/11/2017).
Talkshow yang dipandu presenter televisi Yohana Margareta dan Balqies Manisang itu juga menghadirkan Slank, Kikan, dan mantan teroris Iqbal Husaini alias Rambo, serta perwakilan duta damai dari Banjarmasin Muhammad Alfiansyah.
Menurut Suhardi, sejak program penanggulangan propaganda radikalisme digulirkan di 2016, saat ini sudah ada sekitar 600 duta damai dunia maya yang tersebar di seluruh Indonesia. Mereka menyebarkan konten-konten damai di dunia maya.
“Antusiasme anak muda sangat luar biasa. Kami berharap banyak supaya para duta damai ini bisa memberikan inovasi dan dinamika luar biasa dan pesan-pesan yang sangat mengena dengan cara mereka,” kata Suhardi.
Dari analisa yang dilakukan, generasi muda adalah sasaran utama penyebaran radikalisme karena anak muda biasanya masih labil. Diharapkan dengan adanya duta damai dunia maya, mereka bisa mendapat pencerahan karena penyampaian yang dilakukan dengan bahasa anak muda juga.
Suhardi mengakui tugas duta damai dunia maya tidak mudah. Namun, ia yakin para duta damai dunia maya yang notabene adalah anak muda punya cara dan kiat sendiri untuk menghadapi penyebaran radikalisme dan terorisme di dunia maya. “Para duta damai dunia maya ini memiliki kualitas dan kemampuan untuk menginfiltrasi dari sisi kebaikan lebih dalam lagi kepada sesama anak muda,” katanya.
Untuk memantapkan motivasi para duta damai serta memperkuat sinergi dengan Pusat Media Damai (PMD) BNPT, para duta damai terbaik sebanyak 152 orang dikumpulkan di Jakarta untuk mengikuti pelatihan tingkat lanjut selama empat hari.
Sementara itu Kikan Namara, eks vokalis band Cokelat yang juga duta damai dunia maya 2017, mengatakan keterlibatannya sebagai duta damai bukan karena terpaksa atau dibayar. Namun lebih karena kata hati dan sebagai bentuk komitmennya sebagai orang Indonesia.
“Menjadi duta damai dunia maya adalah langkah positif untuk menjadi benteng NKRI melalui internet. Yakinlah apa yang kita tanamkan hari ini akan berbuah indah di masa mendatang,” kata Kikan.
Kikan mengaku prihatin melihat derasnya arus informasi di dunia maya yang sangat mudah diakses. Untuk itu, ia mengajak seluruh orang tua seluruh Indonesia untuk bisa menyeleksi dan bisa terjun ke dunia anak-anak muda agar paham dengan apa yang didapat anak-anak di dunia maya. (Ant)