Bantuan Tidak Kunjung Tiba, Siswa Nurul Hidayah Tetap Belajar di Lorong
LAMPUNG — Berbagai usulan untuk pembangunan ruang kelas baru (RKB) hingga perehaban untuk fasilitas belajar di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Hidayah membuat siswa dan guru di sekolah yang berada di bawah Kementerian Agama (Kemenag) tersebut rela melakukan aktivitas kegiatan belajar mengajar menggunakan dua lokal yang ada.
Lokal yang digunakan untuk ruang kelas dan ruang guru di sekolah tersebut bahkan saat musim hujan pada November kerap bocor terutama di kelas 4 dan kelas 6.
Kepala sekolah MI Nurul Hidayah, Dra.Siti Nurjannah sudah mengusulkan bantuan ke pihak terkait di antaranya melalui Bupati Lampung Selatan agar memberi perhatian dengan menyampaikan ke Kemenag termasuk penyampaian proposal langsung ke Kemenag untuk perehaban sekolah yang rusak dan pembangunan RKB.
Sayangnya usulan yang sudah disampaikan sejak 2014 bahkan belum mendapat tanggapan dari instansi terkait sehingga aktivitas KBM tetap memanfaatkan bangunan lama yang kondisinya memprihatinkan.
“Usulan bantuan untuk alokasi penambahan lokal sesuai prosedur dengan proposal dan foto kondisi faktual sekolah yang kondisinya terbatas sudah kami kirimkan ke Kemenag namun hingga saat ini belum ada tanggapan terutama kondisi sekolah saat hujan kerap bocor dan belum memadai untuk belajar,” terang Siti Nurjannah saat dikonfirmasi Cendana News di sekolah tersebut, Kamis (16/11/2017)
Sekolah dengan nomor induk madrasah NIM. 111.218.010 tersebut diakuinya bahkan saat ini memiliki sebanyak 10 tenaga pendidik termasuk kepala sekolah dengan jumlah siswa pada tahun ajaran 2017/2018 berjumlah sebanyak 79 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6.
Keterbatasan jumlah ruang kelas membuat siswa kelas 3,4 dan5, 6 belajar di dalam satu ruangan sementara kelas 1 belajar di satu kelas dan kelas 2 belajar di lorong pemisah antara lokal kelas dan ruang guru.
Siti Nurjannah berharap pada 2018 usulan untuk memperoleh ruang kelas baru bisa direalisasikan oleh pihak terkait agar siswa yang belajar di sekolah di Desa Padan Kecamatan Penengahan dan ada di lereng Gunung Rajabasa tersebut bisa melakukan aktivitas kegiatan belajar mengajar seperti sekolah lain.
Perbaikan sarana dan prasarana sekolah dengan keterbatasan yang ada bahkan terus diusulkan agar siswa yang belajar dengan sekat dan di lorong bisa belajar dengan normal.
“Pernah kami terapkan belajar pagi dan siang namun dengan keberatan dari para orangtua jika anaknya sekolah siang akhirnya para siswa seluruhnya sekolah pagi meski harus disekat,” terang Siti Nurjannah.
Keterbatasan sekolah yang kondisi bangunannya bocor pada beberapa ruang, kegiatan belajar mengajar di sekat dengan papan membuat MI Nurul Hidayah diakui Siti Nurjannah membuat warga yang memiliki anak usia sekolah memilih menyekolahkan anaknya di sekolah lain. Ia bahkan mencatat penurunan signifikan dari jumlah siswa terlihat sejak tahun ajaran 2016/2017 jumlah siswa mencapai 91 siswa tahun ajaran 2017/2018 menjadi hanya 79 siswa.
Penurunan jumlah siswa tersebut diakuinya terbilang masih beruntung bagi MI Nurul Hidayah sebab beberapa MI bahkan diakuinya sudah tutup akibat tidak memiliki murid yang memilih bersekolah di sekolah lain.
Sebagai upaya memberi pendidikan yang baik untuk para siswa ia bahkan mengaku pada semester kedua seperti biasanya kelas 6 yang saat semester pertama belajar kelas rangkap dengan siswa kelas 5 akan ditempatkan di kelas tersendiri yang saat ini digunakan kelas 1.
“Strategi pengaturan kelas termasuk penggunaan lorong kita lakukan karena memang sekolah kami minim fasilitas dan menunggu ada perhatian dari pemerintah,”beber Siti Nurjannah.
Menjelang ujian nasional tahun depan berbagai persiapan untuk para siswa kelas 6 yang berjumlah 19 siswa terus dilakukan dengan memberikan pelajaran intensif agar siswa yang ada di sekolah tersebut sejajar dengan sekolah sekolah lain dalam hal mutu pendidikan.
Siti Nurjannah menyebut meski memiliki lokal terbatas namun dedikasi dan semangat mengabdi guru di MI Nurul Hidayah tetap tinggi dan bahkan dengan honor minim yang diterima para tenaga didik.