Amerika Tujuan Utama Ekspor Komoditas Sulut  

MANADO – Amerika Serikat menjadi tujuan utama ekspor berbagai komoditas Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada bulan Oktober 2017. Hampir separuh dari komoditas dari Sulut diekspor ke Amerika Serikat.

Kepala Badan Statistik (BPS) Provinsi Sulut Moh Edy Mahmud di Manado mengatakan, selain ke Amerika ekspor komoditas Sulut juga dikirim ke Korea Selatan dan Tiongkok. Produk daging dan ikan olahan serta ikan dan udang memberikan kontribusi besar terhadap total nilai ekspor nonmigas Sulut.

“Daging dan ikan olahan paling banyak dipasok ke Amerika Serikat, Arab Saudi, dan Spanyol, sementara untuk ikan dan udang paling banyak diekspor ke Jepang dan Amerika Serikat,” jelasnya.

Secara kumulatif, total ekspor nonmigas Sulut selama Januari-Oktober 2017 menurun sebesar 0,99 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2016. Penurunan ini terjadi karena ada beberapa komoditas yang selama periode tahun 2016 diekspor ke luar negeri namun selama periode tahun 2017 tidak diekspor, serta didorong oleh penurunan nilai ekspor dari beberapa komoditi.

Pada Oktober 2017, sepertiga dari nilai ekspor Sulut disumbangkan oleh Amerika Serikat. Namun, nilai ekspor ke negara tersebut turun dibandingkan bulan sebelumnya karena nilai ekspor lemak dan minyak hewani atau nabati yang turun sekitar 45 persen.

Produk lainnya yang juga diekspor ke negara adidaya tersebut adalah ikan dan udang, daging dan ikan olahan. Secara umum, komoditas-komoditas ekspor Sulut dikirim langsung ke negara tujuan melalui pelabuhan laut dan bandar udara daerah itu. Namun ada beberapa diantaranya yang dikirim melalui pelabuhan laut dan bandar udara provinsi lain.

Pada Oktober ini, sekitar 80 persen produk ikan dan udang diekspor melalui Pelabuhan Tanjung Priok di DKI Jakarta. Sedangkan yang dikirim melalui pelabuhan Udara Sam Ratulangi Sulut tidak lebih dari dua persen. “Sebagian besar komoditas ekspor Sulut dikirim melalui Pelabuhan Bitung, terutama untuk produk lemak dan minyak hewani/nabati,” tambah Edy.

Pada Oktober 2017, total ekspor komoditas yang dikirim melalui Bitung turun sekitar 25 persen akibat penurunan volume ekspor produk lemak dan minyak hewani/nabati sebesar 30 persen. Secara kumulatif, total ekspor nonmigas yang dikirim melalui provinsi lain selama Januari-Oktober 2017 dibandingkan periode yang sama di tahun 2016 meningkat 12 persen. (Ant)

Lihat juga...