17 Kecamatan di Karanganyar Rawan Bencana

SOLO – Sebanyak 17 kecamatan di Kabupaten Karanganyar, Solo, Jawa Tengah, menjadi perhatian serius dalam antisipasi bencana yang setiap saat dapat terjadi di lereng gunung Lawu tersebut. Ancaman bencana yang terjadi pun beragam, mulai longsor, tanah ambles, hingga sapuan angin kencang.

“Seluruh kecamatan rawan bencana, masing-masing kecamatan berbeda ancaman bencananya,” demikian diungkapkan Komandan SAR Karanganyar, Suprihanto saat berbincang dengan Cendana News, Kamis (23/11/2017).

Petugas BPBD mengecek lokasi tebing longsor di Wonokeling, Kecamatan Jatiyoso. Foto: Harun Alrosid

Menurut dia, intensitas hujan yang cukup tinggi dapat memincu bencana, terutama di wilayah yang berada di lereng gunung Lawu. Sebab, intensitas hujan tinggi memicu tanah gerak di daerah yang masuk rawan bencana longsor. Setidaknya terdapat 9 kecamatan yang masuk rawan bencana tanah longsor.

Sembilan kecamatan yang masuk rawan longsor ini diantaranya, Jumapolo, Jatipuro, Jatiyoso, Jatipuro, Tawangmangu, Ngargoyoso, Karangpandan, Jenawi dan Kerjo. Selain itu, masih ada dua kecamatan, yakni Matesih dan Mojogedang yang juga masuk kategori rawan bencana longsor. “Bedanya, dua kecamatan ini bencana longsor yang terjadi bukan tanah lereng gunung, tetapi prigi atau pagar rumah,” jelas dia.

Hujan intensitas sedang namun berlangsung lama lebih diwaspadai dibanding dengan hujan deras namun berlangsung singkat. Sebab, jika hujan intensitas sedang namun terjadi dari pagi sampai sore, atau dari malam sampai pagi, hampir dapat dipastikan bencana longsor terjadi. “Di Karanganyar ini hampir tiap hari ada longsor. Untungnya longsornya kecil, dan tidak membuat kerusakan besar,” imbuhnya.

Untuk antisipasi, seluruh anggota SAR maupun relawan di Karanganyar telah disiagakan di seluruh titik rawan longsor. Tak lupa, pihaknya juga mengimbau masyarakat yang berada di daerah rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan. “Tapi bagaiman lagi, mereka sudah terbiasa di daerah bencana. Kita hanya bisa mengimbau untuk lebih hati-hati,” tandasnya.

Lihat juga...