Usaha Pisang Saleh Ibu Rumah Tangga Cantik Ini, Laris Manis
PADANG – Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri – Menjadi seorang ibu rumah tangga dan mengurus lima orang anak, tidak menjadi halangan bagi Rina Suherni untuk tetap menjalani usaha menjual makanan gurih yang disebut dengan Pisang Saleh di Kelurahan Pampangan Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Padang, Sumatera Barat.
Usaha itu sudah dijalaninya selama delapan tahun ini. Perolehan ekonomi dari usahanya tersebut, turut menambah pundi-pundi rupiah bagi kebutuhan kehidupan keluarga Rina. Namun, perjalanan usaha yang dijalaninya tidaklah semulus yang diperkirakan, akan tetapi dulunya sempat kesulitan soal modal dan juga pemasaran.
“Saya sudah menjalani usaha ini selama delapan tahun. Segala aktivitas saya lakukan di rumah, karena saya juga memiliki lima orang anak, yang turut membutuhkan perhatian dari saya selaku seorang ibu. Tapi, yang namanya usaha, jatuh bangun itu sudah sering dialami,” katanya, Jumat (20/10/2017).
Rina mengungkapkan, dulunya ketika awal mencoba menjalani usaha Pisang Saleh, persoalan yang sering dihadapi ialah modal untuk membeli pisang yakni pisang jenis pisang manis. Karena, untuk memasak makanan Pisang Saleh itu, membutuhkan modal awal sekira Rp500 ribu, mulai dari membeli pisang dengan jumlah nyaris isi satu karung, minyak goreng dan bahan-bahan lainnya.
Padahal, ketika itu pesanan untuk membeli Pisang Saleh cukup banyak, akan tetapi tidak bisa terpenuhi, akibat dari tidak bisa membeli bahan-bahan yang lebih untuk memasak Pisang Saleh. Namun, berkat adanya pinjaman modal usaha dari Tabur Puja di Posdaya Melati Pampangan, persoalan yang dihadapi oleh Rina pun jadi terselesaikan.
“Jadi, ketika itu saat saya lagi butuh dana untuk membuat usaha ini lebih bagus lagi, sudah mencoba mencari pendanaan, tapi tidak dapat. Nah, setelah hadirnya Tabur Puja ini, saya dapat pinjaman dari Posdaya sebesar Rp2.000.000. Modal yang saya dapatkan, langsung saya gunakan seluruhnya untuk pengembangan usaha Pisang Salai,” ujarnya.
Kini, bersama pinjaman modal usaha yang diberikan oleh Tabur Puja, usaha yang dilakoni oleh Rina berjalan cukup bagus. Buktinya, per bulannya itu Rina mampu menabung laba bersih dari penjualannya sebesar Rp1,5 juta. Dari tabungan laba bersih itulah, Rina mampu menambah penghasil sang suami yang bekerja sebagai sopir truk.
Ia mengaku, semenjak memiliki modal yang mapan, usaha yang dijalaninya tidak pernah tutup atau setiap harinya Rina menggoreng Pisang Saleh.
“Pisang Saleh ini, merupakan pisang manis yang awalnya saya belah tipis-tipis. Setelah itu dijemur selama dua hari, dan barulah digoreng menggunakan tepung. Kini, usaha saya ini telah masuk ke toko-toko dan swalayan di Kota Padang,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Posdaya Melati Pampangan, Silfina Raflis mengatakan, usaha yang dijalani oleh Rina tersebut merupakan nasabah Tabur Puja, yang disebut dengan usaha unggulan dari Posdaya. Hal ini mengingat, dari sekian masyarakat yang mengajukan pinjaman ke Posdaya Melati, usaha Pisang Salehlah yang memiliki progres yang bagus.
Buktinya, hingga kini usahanya terus tumbuh dengan baik dan pembayaran kredit pun lancar.
“Kami sangat senang apabila dengan adanya pinjaman modal usaha dari Tabur Puja telah membantu masyarakat untuk menjalani usahanya, seperti yang dialami oleh Rina pengusaha Pisang Saleh. Tentunya, kami akan terus mendorong usaha rakyat ini tumbuh dengan baik,” ungkapnya.
Ia menyebutkan, dengan melihat geliat pertumbuhan usaha dari masyarakat, Posdaya Melati juga turut membantu mempromosikan usaha dari masyarakat. “Jadi Pisang Saleh ini harganya beragam karena dijual dengan cara dibungkus. Untuk berat 1 ons harganya Rp5.000 dan untuk 1 kg harga mencapai Rp50.000.
