Tolak Festival Bir, Pemimpin Pro Melayu Ditangkap
KUALALUMPUR –Pemimpin kelompok nasionalis pendukung pemerintah Melayu Jamal Yunos ditangkap pada Jumat (6/10/2017). Jamal ditangkap karena melakukan aksi demonstrasi menentang penyelenggaraan festival bir.
Dalam aksi di Gedung Sekretariat Negara Bagian tersebut, Jamal melakukan penghancuran sekira 100-an botol bir. Aksi demonstrasi tersebut sebagai upaya untuk menentang kegiatan yang dianggap bersifat kebarat-baratan atau tidak Islami.
Dia ditangkap bersama tujuh orang lainnya yang juga melakukan demonstrasi menentang festival bir di Selangor. Mereka yang ditangkap telah dikirim ke tahanan polisi selama tiga hari.
Negara bagian Selangor yang dijalankan aliansi oposisi federal Malaysia, mengatakan akan mengizinkan festival bir selama penyelenggara mematuhi persyaratan yang ditetapkan oleh polisi dan dewan daerah.
“Bukan Muslim bebas minum bir. Mereka bisa minum sebanyak yang mereka mau, di rumah, restoran atau tempat hiburan, tidak ada yang mengganggu.” kata Jamal, Kamis (5/10/2017).
Festival kerajinan bir itu, yang sebelumnya berjalan di Kualalumpur selama lima tahun, dibatalkan di tengah seruan partai Islam sayap kanan untuk melarang festival tersebut. Partai Islam Pan-Malaysia (PAS) pada bulan lalu juga menolak menghadiri acara berhubungan dengan Oktoberfest itu, yang akhirnya dibatalkan.
Beberapa tahun belakang, aksi menentang kegiatan yang tidak Islami di Malaysia yang berpenduduk sebagian besar Islam cukup sering digelar. Penentang mengatakan bahwa kelompok ultra-nasionalis diberdayakan oleh pemerintah Perdana Menteri Najib Razak, yang lebih sering diam terhadap unjuk rasa tersebut.
Aksi diam dari perdana menteri tersebut karena berusaha mengamankan kantong suara di pedesaan luas menjelang pemilihan umum, yang diperkirakan diadakan dalam beberapa bulan mendatang. (Ant)