Semifinal Piala Soeratin 2017 Ricuh, Pandis Acuh
SLEMAN — Gelaran Piala Soeratin 2017 tingkat nasional ternoda. Laga semifinal antara PSS U-17 kontra Penajam Utama Kalimantan Timur, Rabu (25/10/2017) malam berakhir dengan kericuhan. Namun sayang, panitia disiplin (Pandis) seolah acuh.
Hingga Kamis (26/10/2017), tidak ada agenda untuk menyidangkan kasus tersebut. Pandis yang ditemui di Kantor Asprov PSSI DIY berdalih ada persoalan yang lebih besar dan lebih mendesak untuk segera diselesaikan.

Director of Competition PSSI Efraim Ferdinand Bawole kepada awak media mengakui, pihaknya kemungkinan baru akan membahas kericuhan tersebut dalam 1-2 hari ke depan. Ia berdalih, persoalan tersebut sebenarnya coba dibahas namun urung dilakukan karena waktu yang tidak tepat.
“Kalau sekarang waktunya kurang tepat,” kata Efraim.
Menurut Efraim, jika pun nantinya kericuhan menghasilkan sanksi maka itu tidak akan mempengaruhi tim yang bertanding. Sebab kesalahan tidak berada di tim yang bertanding di babak Semifinal karena hingga pertandingan dinyatakan selesai, tidak ada persoalan yang muncul.
“Sampai pertandingan selesai dan dilanjutkan dengan babak adu penalti, tidak ada masalah. Kericuhan terjadi setelahnya. Itu ekses dari pertandingan, tapi pertandingannya sendiri sudah dinyatakan selesai dan tidak ada masalah,” tegasnya.
Efraim mengakui untuk membahas kericuhan, Pandis tidak harus menunggu laporan pengawas pertandingan (PP) karena mereka berada di lokasi.
“Tidak perlu menunggu PP, iya. Tapi Pandis tetap harus bersidang dulu. Tidak bisa memutus begitu saja tanpa bersidang,” sambungnya.
Herwin Sjachrudin, Ketua Pandis mengamini pernyataan Efraim. Ia kembali menegaskan pihaknya belum akan membahas persoalan kericuhan di laga semifinal.
“Belum ada rencana. Kami masih membahas persoalan lain yang mendesak untuk diselesaikan,” tambahnya.