Rektor Unimed: Pendidikan Butuh Transformasi dan Inovasi

MEDAN — Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed) Prof Dr Syawal Gultom MPd mengatakan bahwa pendidikan yang dilaksanakan saat ini sangat membutuhkan transformasi dan inovasi.

“Rektor ITB pernah mengatakan, bahwa ekonomi Indonesia pada tahun 2030 akan dikuasai oleh teknologi IT dan industri kreatif,” kata Syawal dalam sambutannya pada pembukaan “Annual International Seminar on Transformative Education and Educational Leadership” di Medan, Selasa (17/10/2017).

Saat ini, menurut dia, sudah mulai merasakan perubahan tersebut, bagaimana seorang uber dan grab yang tidak memiliki taxi dan mobil, bisa menguasai bidang transportasi.

“Hal yang tidak bisa kita bayangkan sebelumnya. Bahkan penghasilan mereka melebihi dari perusahaan tranportasi lainnya,” ujar Syawal.

Ia mengatakan, perubahan-perubahan seperti ini tidak bisa dihindari.

Sehubungan dengan itu, pendidikan di Indonesia harus bertransformasi dan berinovasi agar lulusan perguruan tinggi dapat bersaing.

“Selain itu, perekonomian Indonesia tidak tertinggal dengan negara-negara lainnya,” ucapnya.

Syawal berharap kegiatan seminar internasional ini dapat memberikan masukan dan pengalaman baru kepada semua peserta, dalam melakukan pembelajaran, serta pendidikan pada generasi muda.

“Kegiatan seminar internasional tersebut juga dilaksanakan diskusi paralel dan mengenai poster pendidikan,” kata Rektor Unimed.

Prof Bornok mengharapkan acara ini dapat menjadi ajang promosi bagi Unimed agar menjadi Universitas yang terkenal dan terus dikembangkan, serta unggul di masa yang akan datang.

Acara tersebut merupakan kelanjutan dari seminar Aisteel yang pertama bertajuk Model Pendidikan untuk “Pengembangan Guru2 Masa Depan”.

Tujuan seminar yang kedua ini, agar transformasi pendidikan dan riset kepemimpinan pendidikan akan memacu para dosen profesional muda.

Kemudian, para pendidik dapat bersaing dalam penemuan proses mengajar yang inovatif dan strategi belajar, teknik, serta kepemimpinan.[Ant]

Lihat juga...