SOLO — Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 100 Tahun di Kota Solo, yang membangun tanggul di permukiman warga Kelurahan Joyontakan, Kecamatan Serengan, terus dikebut. Hal ini mengingat intensitas hujan yang turun sudah mulai tinggi, dan jika tidak secepatnya diselesaikan warga justru akan terkena banjir.
Komandan Kodim 0735 Surakarta, Letkol Inf Edwin Apria Candra, turun tangan langsung untuk memastikan program TNI bersama masyarakat ini selesai tepat pada waktu. TMMD ke 100 yang menyasar pembangunan talud sepanjang 322 meter dengan tinggi 5 meter dan tebal 50 cm itu akan selesai pada Rabu, 25 Oktober 2017, pekan depan.
“Untuk saat ini sudah 90 persen pengerjaan pembangunan taludnya. Tinggal finishing,” ucap Dandim saat meninjau pelaksanaan TMMD,Kamis (19/10/2017) pagi.
Dipilihnya membangun talud di RT 2, RW 1 Keluarahan Joyontakan itu karena lokasi itu paling rawan terkena banjir saat musim penghujan tiba. Tak kurang 400 kepala keluarga, hampir setiap tahun terkena banjir luapan sungai Premulung yang ada di pinggir permukiman warga.
“Adanya talud ini harapannya warga tidak lagi kebanjiran. Minimal dapat mengurangi luapan sungai,” terang dia.
Di samping membangun talud, TMMD juga membangun fasilitas umum untuk masyarakat, yang berupa tempat mandi, cuci, kukus (MCK). Pembangunan 5 unit MCK juga sudah 85 persen, dan rencananya, Kamis pekan depan (26/10) TMMD ke 100 akan resmi ditutup.
Selain sasaran fisik, TMMD juga menyasar kegiatan non fisik yang dilakukan di tengah-tengah masyarakat. Kegiatan non fisik yang dilakukan TNI adalah memberikan berbagai penyuluhan. Di antaranya penyuluhan kesehatan, pertanahan, pendidiklan, ekonomi kreatif, pertanian, wawasan kebangsaan dan bela negara.
“Penyuluhan ini biasa dilakukan pada malam hari. Selain penyuluhan, kita juuga akan melakukan pembelajaran pembuiatan pupuk organik yang akan dilakukan pada 20 Oktober nanti,” imbuhnya.
Dandim berharap, setelah TMMD selesai dan talud jadi, masyarakat setempat dihimbau untuk bersama-sama menjaganya. Warga juga tidak diperbolehkan mendirikan bangunan di atas tanggul dan merubah atau melakukan hal-hal yang dapat merusak tanggul.
“Karena ini milik kita bersama, mari dijaga bersama-sama. Tanggul untuk kepentingan bersama agar tidak terkena bajir kembali. Apa yang dilakukan TNI melalui TMMD ini mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi masyarakat banyak,” pungkasnya.
