Program Bantuan Belum Mampu Dongkrak Peternakan di Sikka
MAUMERE — Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, Yeremias Dewa, S.Pt, MP menyebutkan, peluang pasar ternak yang besar belum mampu dimanfaatkan maksimal oleh masyarakat. Meski program bantuan sudah dilaksanakan pemerintah kabupaten.
Dikatakan Yeri, setiap tahun, sebanyak 15 ribu ekor kambing dikirim ke Sulawesi. Tapi belum semuanya berasal dari Sikka, tetapi diambil dari kabupaten tetangga seperti Ende, Nagekeo, Ngada dan Flores Timur.
“Peluang pasar ada tapi ternaknya yang kurang, padahal setiap tahun pemerintah selalu memberikan bantuan ternak kambing, sapi dan lainnya kepada kelompok tani di masyarakat namun hasilnya tidak maksimal,” ungkapnya.

Untuk itu papar Yeri, untuk tahun 2018 pihaknya akan merubah pola pembagian ternak yang selam ini dilakukan, dimana pendekatannya dimulai dari pengajuan usulan saat Musrembang di setiap kecamatan.
Ini penting lanjutnya, sebab saat usulan di Musrembang, banyak sekali kelompok masyarakat, kelompok tani yang mengajukan bantuan ternak. Pihaknya akan memberi pendapat teknis, syarat untuk mendapatkan bantuan ternak dan pendekatan seperti ini yang harus dilakukan.
“Implementasinya kita buat per tahap. Masa persiapan dilakukan cek lokasi dan melihat potensi yang ada di kelompok tersebut dan melihat ternak apa yang sesuai diberikan,” jelasnya.
Setelah itu sebut Yeri, pihaknya akan meminta kelompok mempersiapkan apa saja dan tim akan mengecek persiapan hingga penambahan waktu. Dalam jangka waktu tersebut kelompok tidak dapat memenuhi persyaratan maka bantuan dialihkan ke kelompok lain.
“Bahkan bila kelompok lain juga tidak bisa memenuhi persyaratan yang diberikan maka lebih baik bantuan tidak usah diberikan dari pada mubazir,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Wahana Tani Mandiri, Carolus Winfridus Keupung mengatakan, ketersediaan pakan ternak harus menjadi syarat dalam pemberian bantuan ternak.
“Syarat kedua soal organisasi taninya harus baik,” jelasnya.
Ia berharap kelompok-kelompok yang mempunyai kapasitas baik diapresiasi, diberi dukungan sehingga orang berlomba-lomba membenahi, mempersiapkan usaha taninya secara baik sehingga bantuan akan mengalir dengan sendirinya.
Yang ketiga sambungnya, ketersediaan kandang serta yang keempat perawatan. Hal ini patut menjadi perhatian, sebab selama ini pemerintah jarang sekali memberi vaksin sehingga banyak hewan peliharaan masyarakat yang mati.