Gubernur: Kartu Khusus Mudahkan Pengungsi Gunung Agung
KARANGASEM — Memudahkan dalam mendata pengungsi Gunung Agung, Pemprov Bali meluncurkan Kartu Khusus Pengungsi yang dapat multifungsi, mulai dari mengakses pendidikan, kesehatan hingga logistik.
Gubernur Bali, Made Mangku Pastika menyebutkan, dalam kartu itu akan terdata dengan detail jumlah pengungsi, baik dewasa, anak-anak, maupun balita dan bayi, sehingga kebutuhan logistik bisa didistribusikan dengan tepat.
“Para pengungsi yang sakit dan tidak punya asuransi kesehatan bisa menggunakan kartu tersebut di rumah sakit pemerintah dan akan dibiayai oleh Pemprov,” tambahnya.
Dalam kartu itu juga akan didata jumlah pelajar, sehingga memudahkan proses belajar mengajar bagi para pengungsi.
Sementara itu, Pastika sempat menyatakan kekecewaannya terhadap kurang validnya data yang selama ini beredar. Sebelumnya menyatakan total pengungsi 70 ribu lebih dari 28 desa yang masuk zona merah.

Setelah pihaknya melakukan verifikasi langsung, ditetapkan jumlah data pengungsi terbaru yakni 54.788 kk atau sekitar 185.865 pengungsi.
“Jadi selama ini ada sekitar 150 ribu pengungsi memang tidak melebihi, bahkan ada kekurangan. Fungsi kartu pengungsi itu juga untuk mendata itu, mencari kekurangannya,” jelas Pastika.
Terakhir kepada seluruh jajarannya, Pastika menginstruksikan untuk bergerak dengan cepat mendistribusikan kartu tersebut. Ia memerintahkan mendatangi para pengungsi by name by addresh, sehingga data yang didapat bisa akurat.
Selain mengunjungi posko Tanah Ampo, Gubernur Pastika juga berkesempatan mengunjungi pengungsian di Gor Swecapura, Klungkung serta bertemu dengan Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta.