Pordarwis Minang Rua Tangkar Telur Penyu Langka Secara Swadaya

LAMPUNG — Pantai Minang Rua Desa Kelawi Kecamatan Bakauheni selain destinasi wisata bahari juga dikenal sebagai lokasi penetasan telur penyu jenis belimbing (Dhermochelys coriacea) yang termasuk langka dan dilindungi. Keputusan menetaskan telur penyu di pantai Minang Rua tersebut bermula saat ditemukannya tanggal 27 Juli 2017 lubang pasir yang menjadi tempat bertelur.

Gusti Winata (24) yang menemukan sebanyak 80 butir telur di dalam pasir memindahkan ke lokasi yang lebih aman untuk menghindari predator dan kerap terinjak oleh wisatawan yang berkunjung.

“Saya memang sengaja memindahkan telur penyu belimbing tersebut karena kawasan wisata Minang Rua sudah ramai dikunjungi wisatawan dikhawatirkan lokasi bertelur terinjak injak dan pecah,” terang Gusti Winata warga Dusun Minang Rua Desa Kelawai yang juga anggota Pokdarwis Minang Rua Bahari saat ditemui Cendana News, Selasa (2/10/2017).

Penemuan pada bulan Juli tersebut diakuinya merupakan yang ketiga di lokasi yang ada di sekitar muara bahari. Penemuan pertama pada tanggal 7 Juni sebanyak 102 butir, pada tanggal 15 sebanyak 100 butir dan Juli tanggal 27 Juli sebanyak 80 butir.

Pada penemuan ketiga, dari 80 butir telur sudah menetas 50 tukik dan kini dipelihara dalam kolam buatan dengan kondisi seperti di air laut bahkan diberi batu karang dan dibuat sirkulasi menggunakan water pump.

“Kami memang berusaha memelihara tukik yang berukuran tiga jari dan belum ada keputusan untuk dilepasliarkan menunggu waktu yang tepat,” tegas Gusti Winata.

Gusti Winata warga Kelawi yang menetaskan telur penyu belimbing untuk selanjutnya dilepasliarkan [Foto: Henk Widi]
Gusti Winata berharap dengan adanya penemuan telur telur penyu belimbing yang selanjutnya berhasil ditetaskan tersebut instansi terkait bisa memberikan perhatian dengan memberikan peralatan berupa kolam penangkaran serta fasilitas sirkulasi air menggunakan water pump.

Berdasarkan penuturan warga Dusun Minang Rua keberadaan penyu di wilayah tersebut sejak tahun 1970 sejak awal masyarakat sudah banyak menemui terutama saat musim angin Timur.

Tukik penyu belimbing mendapat perawatan khusus sebelum dilepasliarkan [Foto: Henk Widi]
Darmiris (64), salah satu warga yang tinggal di wilayah tersebut mengaku kerap mendapatkan penyu jenis batik namun langsung dilepaskan sementara sebelumnya nelayan memperoleh penyu saat memancing.

Hingga kini keberadaan penyu belimbing dan penyu batik mulai banyak ditemui di wilayah tersebut upaya penyelamatan dilakukan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Lampung Selatan berkoordinasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan.

Lihat juga...