KARANGASEM — Sejumlah pengungsi Gunung Agung yang ditampung di posko pengungsian Desa Selat, Kabupaten Karangasem, menjadi buruh petik bunga pecah seribu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
“Saya mau jadi buruh petik bunga ketimbang diam di pengungsian sekaligus sebagai tambahan penghasilan,” kata seorang pengungsi Gunung Agung, Kadek Mirayanti saat memetik bunga di Desa Selat, Karangasem, Kamis (26/10).
Dia mengaku menjadi buruh petik bunga pecah seribu digaji Rp30 ribu hingga Rp60 ribu per hari tergantung harga jual bunga. “Kalau kayak sekarang harganya murah paling saya dapat Rp20 ribu hingga Rp30 ribu karena kerjanya tidak sampai sehari,” ujarnya.
Mirayanti mengaku bekerja bersama delapan orang rekannya di lahan perkebunan bunga pecah seribu milik warga setempat.
Ibu dua anak itu sudah bekerja sebagai buruh petik bunga sejak dua minggu dan mengaku cukup membantu mengatasi kejenuhan di pengungsian.
“Kalau diam di posko pengungsian jenuh, untung ada kegiatan sampingan selain masak jadi ada kesibukan tambahan,” ujarnya.
Lain halnya dengan Made Muda pengingsi lainnya yang menjadi buruh tani menanam kembali bunga yang baru di lahan kosong. “Saya bersama empat rekan saya kerja mencangkul dan menanam bibit baru,” ujarnya.
Dia memang sebelumnya di kampungnya di Desa Muncan kegiatan sehari-hari sebagai petani dan buruh serabutan sehingga bisa menyesuaikan dengan kondisi di pengungsian.
Berdasarkan pantauan Antara puluhan warga disepanjang jalan yang ada perkebunan bunga pecah seribu pengungsi bekerja sebagai buruh petik bunga dan menata perkebunan tersebut.
Sementara itu, Nengah Parta salah seorang pemilik kebun bunga tersebut mengaku sengaja memberdayakan pengungsi sekaligus membantunya.
“Sebenarnya kalau kondisi saat ini harga bunga murah kisaran Rp3000 hingga Rp5000 per kilogram saya tidak dapat untung kalau pakai buruh. Namun sekalian membantu pengungsi dan sekaligus membantu saya agar kebun tidak rusak kalau tidak dipetik,” ujarnya.
Selain memberdayakan untuk buruh petik bunga, pengungsi juga diminta membantu di perkebunan menata dan menanam bunga yang baru di lahan lainnya (Ant).