Pemuda Larantuka Hidupkan Pariwisata Pantai Asam Satu Beach

LARANTUKA – Asam Satu Beach merupakan salah satu destinasi wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan lokal saban hari. Teristimewa di hari libur, karena selain pantai dengan pasir putihnya yang eksotik, pengunjung juga bisa melihat hilir mudik kapal dan perahu di perairan di selat antara Pulau Flores dan Adonara yang sempit.

Pantai wisata ini berada di kelurahan Weri, Kota Larantuka, Ibukota Kabupaten Flores Timur, yang hanya berjarak 5 kilometer arah timur pusat kota di pelabuhan Larantuka dan kompleks pertokoan, sehingga mudah dijangkau.

Sisilia Kelen, salah seorang warga Flores Timur yang ditemui Cendana News, mengaku sangat terkesan dengan pantai ini, khususnya saat sore hari sambil menikmati kapal-kapal nelayan yang hilir mudik di perairan sempit di depannya sambil bermain ayunan di pasir putih.

“Pasir putihnya juga sangat bersih dan ada beberapa pohon asam yang terdapat di pesisir pantai, sehingga menambah teduh pantai ini, meski sudah ada beberapa Lopo atau bangunan sebagai tempat berteduh,” sebutnya.

Sisislia mengaku selalu mendatangi tempat ini kala senja sambil melepas lelah sambil bersantai dan mengaku saat ini sudah banyak warga yang dating. Apalagi malam hari pun ada musik hidupnya, sehingga tempatnya sangat cocok untuk dikunjungi.

Senja di Asam Satu Beach, pantai pasir putih di kelurahan Weri, kota Larantuka yang berdiri berkat swadaya anak-anak muda. -Foto: Sarabiti/Ebed de Rosary

Erlan Lamanepa, salah satu anak muda setempat, yang juga turut menggagas berdirinya Asam Satu Beach, mengatakan, Asam Satu Beach dibangun berkat swadaya anak-anak muda kelurahan Weri yang awalnya secara rutin membersihkan pantai ini dari sampah.

“Melihat lokasi pantai ini bersih, kami anak muda akhirnya berinisiatif menjadikan lokasi ini sebagai tempat wisata di kota Larantuka. Sebab, saban akhir pekan banyak warga yang sudah mulai mengunjungi tempat wisata,” tuturnya.

Erlan mengaku bersama teman-temannya bergerak swadaya menggunakan dana pribadi dan bertekad akan terus berusaha sendiri, sebab sebagai anak muda mereka juga ingin mendukung program pemerintah dalam menggalakkan pariwisata.

“Kami menamakan Asam Satu Beach, karena di lokasi ini  terdapat pohon asam yang rindang dan kami membangun beberapa lopo dan tempat bersantai serta mulai menyuguhkan musik live, agar semakin banyak pengunjung yang tertarik,” terangnya.

Lokasi wisata ini, sebut Erlan, tidak mengenakan biaya retribusi masuk dan pihaknya hanya menyediakan kotak sumbangan sebagai dana untuk menjaga kebersihan pantai seperti membeli tong sampah, gerobak, biaya mesin potong rumput dan biaya perawatan lainnya.

“Kami mengharapkan agar pemerintah mendukung penuh kegiatan dan aksi kami anak muda Weri ini, karena ini juga turut membantu pemerintah dalam mengurangi pengangguran dan menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi anak muda, khususnya yang telah drop out,” pungkasnya.

Lihat juga...